Pemerintah Akan Promosikan Wisata di Danau Toba Besar-Besaran Tahun Depan

TrubusNews
Binsar Marulitua
01 Agu 2019   07:30 WIB

Komentar
Pemerintah Akan Promosikan Wisata di Danau Toba Besar-Besaran Tahun Depan

Presiden Jokowi memberikan keterangan kepada media massa usai meninjau Tano Ponggol, di Kabupaten Samosir, Rabu, 31 Juli 2019. (Foto : Biro Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden)

Trubus.id -- Kawasan Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara menyimpan banyak potensi wisata yang menarik. Tak hanya menyajikan pemandangan alam yang indah, kawasan sekitar danau vulkanik terbesar di dunia itu juga menyimpan potensi wisata budaya seperti desa adat dan desa ulos.

Selama tiga hari mengunjungi kawasan Danau Toba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau sejumlah titik yang menjadi daya tarik wisata, baik yang berada di Tapanuli Utara, Samosir, Toba Samosir (Tobasa), hingga Humbang Hasundutan. Jokowi pun berkomitmen untuk membenahi kawasan Danau Toba agar menjadi destinasi wisata yang terintegrasi dan menarik.

“Tadi juga pagi, desa adat, desa ulos, semuanya juga akan direhab total. Pasarnya, pasar suvenir, kemudian pasar yang di sini juga akan dikerjakan tahun ini dan tahun depan. Termasuk dua dermaga pelabuhan akan diselesaikan semua sehingga kapalnya juga akan dibelikan lagi, ditambah. Dermaganya semua selesai, setelah itu kita akan promosikan, akan marketing secara besar-besaran Danau Toba,” ujar Jokowi usai meninjau Tano Ponggol, di Kabupaten Samosir, Rabu, 31 Juli 2019.

Baca Lainnya : Jokowi Perintah Seluruh Pejabat Bergegas Padamkan Kebakaran Hutan

Meskipun saat ini promosi sudah dimulai, tetapi menurut Jokowi, promosi secara besar-besaran akan dimulai tahun depan. Ia berharap tahun depan semua produk wisata di kawasan Danau Toba sudah selesai dikembangkan.

“Produknya ya tadi, desa adat, desa ulos, pasarnya, pasar suvenir, semuanya, jalannya siap, dermaganya siap, termasuk ini terusan Tano Ponggol selesai. Ini pekerjaan besar, dilebarkan 80 meter sehingga nanti kapal itu bisa muter Pulau Samosir,” lanjutnya.

Dalam pengembangan kawasan Danau Toba ini, pembangunan dan penataan lokasi wisata serta pembangunan infrastruktur pendukungnya akan berjalan secara paralel atau bersamaan. Tak hanya itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga akan menjadi prioritas dalam mendukung pengembangan kawasan wisata Danau Toba.

Baca Lainnya : Mendorong Pengembangan Ekowisata Sebagai Daya Tarik Danau Toba

“Memang produknya sekali lagi belum dikemas, belum diberi story, mestinya ada cerita. Kemudian juga termasuk SDM-nya, SMK-SMK di sini beberapa nanti akan kita switch, kita ubah ke SMK pariwisata. Ini paralel semuanya. Enggak bisa hanya produknya, SDM-nya enggak. Atau hanya SDM dan produknya tapi lingkungannya, hutannya enggak dikembalikan lagi. Enggak bisa,” tegasnya.

Terkait isu lingkungan di Danau Toba, Jokowi menegaskan akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Salah satu persoalan yang ada di Danau Toba adalah pencemaran air dari pakan ikan akibat maraknya Keramba Jaring Apung (KJA).

“Termasuk itu akan kita selesaikan. Sudah ada expert-nya, khusus untuk urusan air yang (menyebabkan) gatal. Sudah ada. Kemudian yang kedua, masalah hutan akan kita ambil kemudian kita tanami lagi,” imbuhnya.

Baca Lainnya : Menpar Minta Pemda Maksimalkan Rp2,2 Triliun Kembangkan Pariwisata Danau Toba

Para ahli tersebut, lanjut Kepala Negara, nantinya akan melakukan kajian menyeluruh untuk mencari solusi atas persoalan lingkungan yang ada di kawasan Danau Toba.

“Nanti dilihat. Ini expert-nya kalau sudah kajiannya komplet, tapi yang jelas itu akan dicarikan solusi. Syukur enggak ditutup. Kalau ditutup ya itu memang kalau enggak ada solusi,” tandasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: