Kementerian Kesehatan Tarik Alat Kesehatan Bermerkuri di Semua Fasilitas Pelayanan Kesehatan

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 Juli 2019   13:30 WIB

Komentar
Kementerian Kesehatan Tarik Alat Kesehatan Bermerkuri di Semua Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Workshop Penghapusan dan Penarikan Alat Kesehatan Bermerkuri di Jakarta, Selasa (30/7/19) (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti masalah merkuri yang terkandung di dalam alat kesehatan. Merkuri merupakan bahan berbahaya dan beracun yang menjadi isu global karena potensi dampaknya begitu besar terutama dampak kesehatan.

Bentuk dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat terpapar merkuri meliputi, kerusakan sistem saraf pusat, paru-paru, ginjal. Sementara dampak merkuri kepada janin, bayi dan anak, berupa kelumpuhan otak, gangguan ginjal, sistem saraf, menurunnya kecerdasan, cacat mental, kejang, gangguan pertumbuhan, sistem pencernaan terganggu, gangguan pendengaran, hingga kebutaan.

Diperkirakan 316,558 hingga 627,233 anak di Amerika Serikat (AS) setiap tahun terpapar merkuri dalam darah pada level >5.8 micrograms per liter (μg/L), menyebabkan kehilangan IQ, kehilangan produktivitas mencapai 8,7 milliar dollar.

Baca Lainnya : Kemenkes Pastikan, Tak Ada Kasus Baru Hepatitis A di Pacitan

Kementerian Kesehatan, melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dr. Kirana Pritasari, MQIH bersinergi dan berkolaborasi dalam pelaksanaan penghapusan dan penarikan alat kesehatan bermerkuri.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Konvensi Minamata Mengenai Merkuri mengatur tata kelola merkuri yang harus dilakukan oleh negara pihak yang mengikuti Konvensi Minamata untuk melindungi kesehatan dan lingkungan.

Pemerintah diharapkan berpartisipasi aktif dalam mengimplementasikan peraturan tersebut dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2019 tentang Pengurangan dan Penghapusan Merkuri, yang baru dikeluarkan pada April 2019 lalu.

Baca Lainnya : Pacitan KLB Hepatitis A, Kemenkes Duga Pencemaran Air Media Penularannya

“Kita harus segera menghapus alat kesehatan bermerkuri,” jelas Kirana dalam Workshop Penghapusan dan Penarikan Alat Kesehatan Bermerkuri di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, di Jakarta, Selasa (30/7).

Lebih lanjut dikatakan Kirana sejumlah alat kesehatan bermerkuri di fasilitas pelayanan kesehatan, antara lain, thermometer, sfigmomanometer (alat ukur tekanan darah), amalgam gigi, lampu dan alat pencahayaan, dan beberapa alat kesehatan lainnya.

Diakui Kirana terhadap temuan tersebut, salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Kesehatan dalam percepatan penghapusan alat kesehatan bermerkuri di Fasiltas Pelayanan Kesehatan adalah dengan melakukan worshop sinergi dan kolaborasi pemangku kepentingan dalam pelaksanaan penghapusan dan penarikan alat kesehatan bermerkuri.

“Waktunya terbatas, targetnya hanya tinggal 1,5 tahun lagi untuk menuntaskan dan menghapus alat kesehatan bermerkuri untuk pencapaian target Perpres. Harapannya masyarakat lebih peduli dan praktisi medis lebih sadar akan bahaya merkuri pada alat kesehatan,” pungkasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: