LIPI Sebut Hasil Penelitian Bencana Palu Sudah Ada Sebelumnya, Pemda Sulteng Dinilai Abaikan

TrubusNews
Astri Sofyanti
26 Juli 2019   11:30 WIB

Komentar
LIPI Sebut Hasil Penelitian Bencana Palu Sudah Ada Sebelumnya, Pemda Sulteng Dinilai Abaikan

Kecamatan Balaroa porak poranda usai dilanda likuifaksi (28/9/18) (Foto : Trubusid/Thomas Aquinus)

Trubus.id -- Terkait kebijakan mitigasi bencana, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengacu pada hasil penelitian rawan bencana yang telah ada. Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto mengatakan, sesungguhnya kajian terkait likuefaksi hingga potensi gempa bumi itu sudah ada ketika gempa bumi melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Menyinggung hal tersebut, Eko mengungkapkan bahwa Pemerintah Sulawesi Tengah memilih untuk tidak menerapkan kebijakan sesuai dengan penelitian dan manajemen bencana yang sudah dilakukan.

“Kita harus belajar dari bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah. Seperti likuefaksi misalnya, hasil penelitian itu sebenarnya sudah ada di lemari Pemda setempat,” kata Eko ketika menggelar konferensi pers di Kantor Pusat LIPI, Kamis (25/7).

Baca Lainnya : Lokasi Bekas Likuifaksi di Palu Akan Disulap Jadi Tempat Wisata

Lebih lanjut dirinya menyarankan agar pemerintah setempat membangun sebuah kanal komunikasi agar penelitian yang ditemukan bisa dijadikan acuan terkait kebijakan mitigasi bencana. Dirinya menambahkan pemda setempat beralasan tidak memiliki anggaran untuk membuat kebijakan mitigasi berdasarkan penelitian rawan bencana yang sudah ada.

"Kanal resminya itu melalui policy brief, apakah disampaikan langsung ke kantor Kepresidenan atau ke kementerian atau lembaga legislatif.  Supaya hasil penelitian bisa diimplementasikan dengan benar," tambah Eko.

"Karena ada ego sektoral, kebatasan anggaran selalu jadi justifikasi yang digunakan untuk menyatakan kami tidak bisa melakukannya. Pola berpikir kreatif yang sinergi program antar dinas belum muncul," sambungnya.

Baca Lainnya : SPAM Tak Kunjung Terealisasi, Korban Likuifaksi di Petobo Kesulitan Air Bersih

Lebih lanjut pihaknya mengatakan bahwa saat ini tengah menyiapkan peta rendaman tsunami dengan skala 1:10000 di pantai Selatan Jawa. Pembuatan peta ini dimaksudkan agar dapat menjadi acuan kuat  untuk perencanaan  tata  ruang  wilayah  pesisir.

"Kalau rendaman tsunami bisa segera dipetakan dengan begitu upaya pengurangan risiko bisa lebih dilakukan lebih efektif dan efisien, apa yang perlu dilakukan pertama kali kan begitu," tandasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: