Petani Padi Organik di Kota Bogor Sukses Panen Raya di Tengah Musim Kemarau

TrubusNews
Syahroni
25 Juli 2019   17:30 WIB

Komentar
Petani Padi Organik di Kota Bogor Sukses Panen Raya di Tengah Musim Kemarau

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Disaat petani di daerah lain banyak yang mengalami gagal panen karena kekeringan, Kelompok Petani Lemah Duhur di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, justru berhasil memanen padi seluas 10 hektar.

"Total lahan padi yang dipanen hari ini seluas 10 hektar. Dengan rincian, 3 hektar lahan sawah ditanami padi organik dan 7 hektar (ditanami) padi biasa. Hasil panennya cukup baik," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bogor, Irwan Riyanto, Kamis (25/7).

Irwan menyebut keberhasilan para petani memanen padi di musim kemarau karena kepedulian petani sendiri yang mau menjaga aliran irigasi dan embung (kolam penampung air hujan).

Baca Lainnya : Terdampak Kemarau, 2.100 Hektare Padi Tecatat Gagal Panen di Indramayu

"Kaitannya adalah irigasi. Jadi teman-teman petani disini ikut menjaga irigasi sehingga tidak terjadi kebocoran, tidak terbelah-belah dan airnya tidak mengalir kemana-mana. Aliran airnya jadi lebih teratur," kata Irwan lagi.

Irwan menambahkan, total lahan persawahan di Kota Bogor saat ini hanya seluas 320 hektare. Dari 320 hektare itu, 133 hektare di antaranya merupakan lahan pertanian berkelanjutan dan dilindungi.

"Total lahan sawah ada 320 hektare, nah yang 133 hektare itu lahan pertanian berkelanjutan yang kita lindungi, sisanya itu milik PT-PT (perusahaan) perorangan yang kemudian digarap oleh masyarakat. Nah yang 133 hektare itu kita pertahankan dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat di kota bogor," papar Irwan.

Baca Lainnya : Kementan: Kemarau Jadi Momentum Menaikkan Luas Tambah Tanam di Lahan Rawa

Sementara Ketua Kelompok Tani Lemah Duhur, Muhamad Aneng menyebut, padi organik yang dipanen hari ini memiliki masa tanam hingga 105 hari. Teraturnya pembagian air irigasi, kata dia, membuat padi mendapat pasokan air secara merata.

"Untuk padi organik juga sudah dibuatin embun (kolam penampung air,red), dan Alhamdulillah musim kemaraunya tidak terlalu ekstrim, jadi sungai di sekitar sini masih ada airnya," kata Irwan.

"Jadi untuk padi, seperti pupuk dan lainnya tidak ada kendala sampai saat ini. Kendalanya cuma ini tanah garapan, masyarakat cuma menggarap. Sementara pemilik lahannya itu para pengembang," sambungnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

KKP Raih Penghargaan Badan Publik Informatif Tahun 2019

Peristiwa   22 Nov 2019 - 23:47 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: