Kotori 7 Desa, Tumpahan Minyak Mentah Juga Tutup Kawasan Wisata Pantai di Karawang

TrubusNews
Thomas Aquinus
25 Juli 2019   06:30 WIB

Komentar
Kotori 7 Desa, Tumpahan Minyak Mentah Juga Tutup Kawasan Wisata Pantai di Karawang

Warga membantu bersihkan tumpahan minyak mentah di perairan utara Karawang (Foto : Dok ANTARA)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jabar, menyampaikan bahwa tumpahan minyak mentah milik Pertamina di perairan utara Karawang sudah menyebar di tujuh desa yang berada di wilayah pesisir utara Karawang.

"Dari hasil laporan monitoring, ada tujuh desa yang terkendala dampak kebocoran minyak mentah milik Pertamina," ujar Kabid Kedaruratan BPBD setempat Ruchimat, di Karawang, Rabu (24/7).

Tujuh desa yang terkena dampak bocornya minyak mentah itu di antaranya Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar, Desa Pakis Kecamatan Pakisjaya, Desa Sungaibuntu Kecamatan Pedes, Desa Sedari dan Desa Cemarajaya Kecamatan Cibuaya serta Desa Tambaksari dan Tambaksumur Kecamatan Tirtajaya.

Baca Lainnya : Harga Minyak Mentah Sawit Naik di Tengah Stabilitas Tandan Buah Segar 

Sebelumnya, sejak beberapa hari terakhir kondisi air laut di wilayah perairan utara Karawang terkontaminasi oleh minyak mentah dari kegiatan eksplorasi PHEONWJ di lepas pantai Cilamaya.

Akibatnya, kondisi bibir pantai di wilayah perairan utara Karawang jadi menghitam. Bahkan terlihat gumpalan-gumpalan hitam karena minyak mentah bercampur dengan pasir.

Vice President Relations Pertamina Hulu Energi Offhsore North West Java (PHE ONWJ) Ifki Sukarya mengakui kalau tumpahan minyak mentah ke perairan Karawang itu sudah menyebar hingga Pantai Sedari dan Cemarajaya.

Baca Lainnya : Norwegia Tegaskan Tetap Terima Minyak Sawit Indonesia

Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurachadiana juga memutuskan untuk menutup tempat wisata di pantai karena berbahaya bagi wisatawan.

"Kami putuskan menutup sementara tempat-tempat wisata pantai karena air lautnya sedang tercemar kandungan minyak," kata Cellica usai meninjau lokasi Pantai Pisangan.

Namun dirinya belum memutuskan untuk menaikan status kebencanaan terkait kebocoran aktivitas pengeboran minyak mentah tersebut.

"Belum menetapkan status siaga, tapi memang layak masuk kategori siaga bencana, apalagi sudah beberapa wilayah yang terdampak," tambahnya. [NN]

 

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: