Dorong Usaha Peternakan Rakyat, Kementerian Pertanian Siap Wujudkan Swasembada Protein Hewani

TrubusNews
Astri Sofyanti
24 Juli 2019   19:33 WIB

Komentar
Dorong Usaha Peternakan Rakyat, Kementerian Pertanian Siap Wujudkan Swasembada Protein Hewani

Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita pada acara Gelar Potensi Ternak Sapi Kambing dan Gerobak di Kabupaten Bantul (24/7). (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Guna mendorong usaha peternakan rakyat, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk mencapai target swasembada protein hewani dengan terus konsisten memberikan perhatian dan memprioritaskan keberadaan ternak lokal untuk pemenuhan pangan asal ternak di Indonesia.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menjelaskan Kementan telah menyusun berbagai program terobosan untuk mencapai swasembada protein hewani ini dengan mendongkrak pasokan daging sapi di dalam negeri, dengan tujuan kedepannya dapat menciptakan ketersediaan daging yang sehat dan harga terjangkau.

"Upaya ini dijalankan secara terstruktur, secara bertahap dan jangka waktu panjang dan ini merupakan fase awal menuju lumbung pangan dunia,” demikian disampaikan Ketut dalam siaran pers yang diterima Trubus.id, Rabu (24/7).

Baca Lainnya : Peta FSVA Kementan Sebagai Acuan Program Pengentasan Daerah Rentan Rawan Pangan

Untuk mewujudkannya, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melaksanakan program-program terobosan antara lain: Pertama, mempercepat peningkatan populasi sapi di tingkat peternak, dengan melakukan upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab).

Lebih lanjut Ketut menambahkan, capaian program Upsus Siwab secara nasional sejak tahun 2017 hingga bulan Juni 2019, sangat mengembirakan, yaitu Realisasi Inseminasi Buatan/IB mencapai 105% atau 10.543.296 ekor akseptor dari target 10 juta, Realisasi Kebuntingan mencapai 69,19% dari target 7,2 juta kebuntingan, dan Realisasi Kelahiran mencapai 64,18% dari target 5.760.000 ekor.

Sementara capaian kinerja Upsus Siwab Provinsi Yogyakarta dari bulan Januari hingga 22 Juli 2019 menunjukkan hasil yang baik, dimana realisasi IB sebanyak 63.399 ekor atau 63,40%; kebuntingan 32.676 ekor atau 46,68% dari target dan kelahiran sebanyak 33.371 ekor atau 59.59% dari target.

Baca Lainnya : Perkuat Sistem Perkarantinaan, Kementan Jajaki Teknologi Bio-Sensing dari Belanda

Ketut juga mengapresiasi capaian kinerja UPSUS SIWAB di Kabupaten Bantul yang dinilai cukup baik, dimana berdasarkan data dari Januari - 22 Juli 2019 Realisasi Akseptor IB sudah mencapai 80.06% atau 21.618 ekor; kebuntingan telah mencapai 53.15% atau sebesar 18. 941 ekor dan kelahiran sudah mencapai 60.70% atau 9.178 ekor.

Selanjutnya penambahan sapi indukan Brahman Cross pada tahun 2015-2016 dan 2018. Sekitar 8.985 ekor sapi Brahman Cross telah didistribusikan ke 15 Provinsi di seluruh Indonesia. Ketut menerangkan dalam mendukung pengembangan ternak di Propinsi DIY, sejak tahun 2016-2018, telah difasilitasi bantuan ternak untuk Provinsi DIY sebanyak 451 ekor sapi potong, dan 20 ekor kambing.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: