BMKG Belum Bisa Terapkan Modifikasi Cuaca Tanggulangi Kekeringan, Ini Sebabnya

TrubusNews
Binsar Marulitua
22 Juli 2019   23:30 WIB

Komentar
BMKG Belum Bisa Terapkan Modifikasi Cuaca Tanggulangi Kekeringan, Ini Sebabnya

Ilustrasi kekeringan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengemukakan, belum bisa menerapkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di beberapa wilayah  yang sudah menerapkan status siaga darurat kekeringan. Hal tersebut disebabkan karena potensi awan hujan kurang dari 70%.

"Tetapi pesawat milik BPPT dalam posisi siap apabila ada wilayah yang berpotensi untuk dilakukannya TMC," jelas Kepala  BMKG Dwikorita Karnawati, di Jakarta, Senin (22/7/2019). 

Dwikorita menyampaikan bahwa potensi hujan sepanjang pekan ini masih cukup rendah untuk wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. selain itu pertumbuhan awan dan potensi hujan masih terfokus di Sumatera bagian utara, Kalimantan Timur dan Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Baca Lainnya : AWAS Kekeringan, BMKG Prediksi Musim Kemarau Berlangsung Sampai Desember 2019

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, kemarau panjang dan kekeringanakan akan berdampak pada hasil produksi pertanian yang berpengaruh pada pasokan bahan pangan dalam negeri.

"Kami akan Fokus pada penanganan kekeringan dan kegagalan panen di wilayah-wilayah teridentifikasi," jelasnya. 

Agus menambahkan, bahwa penanggulangan bencana kekeringan diputuskan bahwa untuk melakukan operasi modifikasi cuaca ditetapkan ada dua posko dengan koordinator BNPB.  Sementara BMKG memiliki tupoksi untuk memprediksi daerag-daerah yang berpotensi kekeringan terkait teknologi modifikasi cuaca. 

"BPPT yang akan melakukan operasi hujan buatan dan TNI yang akan menyediakan pesawatnya untuk menjalankan operasi tersebut," tambahnya


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 55 pemerintah daerah yang menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan hingga Senin (22/7/2019). 

Baca Lainnya : Jokowi Kalah di MA Karena Kebakaran Hutan, Begini Desakan Aktivis

Kabupaten dan kota yang  menetapkan status siaga darurat kekeringan antara lain di Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Upaya Outreach Sawit Indonesia Berkelanjutan di Slowakia

Peristiwa   16 Des 2019 - 09:20 WIB
Bagikan:          
Bagikan: