BNPB: Atasi Kekeringan, Pemerintah Fokus Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

TrubusNews
Astri Sofyanti
22 Juli 2019   19:30 WIB

Komentar
BNPB: Atasi Kekeringan, Pemerintah Fokus Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

Plh Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kemarau panjang dan kekeringan tengah melanda Indonesia. Lebih dari separuh wilayah di Indonesia mengalami kekeringan tahun ini.

Sebagaimana diketahui, pada periode Juli hingga September merupakan perkiraan musim kemarau. Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa Agustus menjadi puncak musim kemarau 2019. Kondisi ini mengakibatkan beberapa wilayah membuat hujan tak turun lebih dari 60 hari. Akibatnya kekeringan menyelimuti sejumlah wilayah.

Pelaksana Harian (Plh) Kapala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyatakan bahwa usai rapat terbatas kabinet hari ini, Senin (22/7/19) Kepala BNPB Doni Monardo melaporkan, beberapa provinsi di Indonesia telah mengalami kekeringan.

“Dilaporkan Kepala BNPB usai menghadiri rapat terbatas kabinet yang membahas masalah kekeringan di Indonesia diketahui beberapa provinsi telah mengalami kekeringan, seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” jelas Agus dalam konferensi pers terkait bencana kekeringan di Graha BNPB, Pramuka Jakarta Timur, Selasa (22/7/19).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dari rapat terbatas tersebut diputuskan pemerintah akan melakukan sejumlah usaha untuk menanggulangi bencana kekeringan salah satunya dengan melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (hujan buatan).

“Kita juga mengadakan rapat untuk membahas lebih detil tentang operasi penanggulangan bencana kekeringan yang diperintahkan oleh presiden pada tanggal 15 Juli kemarin. Hari ini juga kami melakukan rapat yang dihadiri Kepala BNPB, Kepala BMKG, dan Kepala BPPT untuk membahas teknis operasi,” tambahnya.

Lebih lanjut Agus menambahkan bahwa penanggulangan bencana kekeringan diputuskan bahwa untuk melakukan operasi modifikasi cuaca ditetapkan ada dua posko dengan koordinator BNPB, sementara BMKG memiliki tupoksi untuk memprediksi daerag-daerah yang berpotensi kekeringan terkait teknologi modifikasi cuaca, BPPT yang akan melakukan operasi hujan buatan dan TNI yang akan menyediakan pesawatnya untuk menjalankan operasi tersebut.

“Dua posko tersebut yakni, satu posko di Bandara Halim untuk operasi dengan cakupan seluruh jawa kemudian satu posko di Kupang untuk operasi di daerah Bali, NTB, dan NTT. Jadi ada dua pesawat yang akan disiagakan,” tandasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Ini Proses Penyaluran Dana Desa

Peristiwa   20 Nov 2019 - 12:37 WIB
Bagikan: