Pemprov DKI Jakarta Andalkan Lidah Mertua Atasi Polusi Udara, Ampuhkah?

TrubusNews
Thomas Aquinus
22 Juli 2019   09:00 WIB

Komentar
Pemprov DKI Jakarta Andalkan Lidah Mertua Atasi Polusi Udara, Ampuhkah?

Tanaman lidah mertua dinilai ampuh atasi polusi udara (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dalam rangka mengatasi polusi udara yang semakin parah, Pemprov Jakarta akan menyiapkan tanaman lidah mertua yang rencananya akan dibagikan kepada warga Jakarta. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta diketahui akan melakukan lelang tanaman-tanaman untuk penghijauan. Salah satu tanaman tersebut adalah lidah mertua yang dinilai dapat menekan polusi udara. Namun, betulkah khasiat lidah mertua ampuh atasi polusi udara?

Baca Lainnya : Makin Rendah Polusi Udara di Suatu Negara, Warganya Semakin Bahagia?

"Salah satunya memang lidah mertua itu, yang paling bagus untuk menekan polutan udara. Arahan dari Pak Gubernur, melalui pak kepala dinas. Kami akan menyiapkan nanti mulai Agustus kami menyiapkan di gerai-gerai," ujar Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati, Minggu (21/7).

Disampaikan Suharini, nantinya tanaman hijau akan dibagikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Satu KTP berdomisili DKI Jakarta bisa ditukarkan dua tanaman hijau secara gratis.

"Tujuannya biar para warga yang membutuhkan itu menukar KTP. Satu KTP DKI Jakarta bisa dapat dua tanaman," katanya dilansir dari detikcom.

Namun, bagaimana manfaat lidah mertua dalam mengaatasi polusi udara?

Dalam tulisan berjudul Pemanfaatan Sansevieria Tanaman Hias Penyerap Polutan Sebagai Upaya Mengurangi Pencemaran Udara Di Kota Semarang yang diterbitkan Jurnal Ilmiah Mahasiswa vol 3 Tahun 2013, dijelaskan bahwa lidah mertua memang tanaman yang cukup ampuh mengatasi polusi udara.

Baca Lainnya : Lidah Mertua, Selain Mampu Serap Polusi Ternyata Ampuh Atasi Diabetes

Lidah mertua atau Sansevieria trifasciata, memiliki kemampuan untuk menyerap berbagai jenis gas polutan berbahaya. Selain itu, jika tanaman lidah mertua ini diletakkan di dalam rumah atau ruang kantor, maka tanaman ini akan bekerja menyaring kotoran, bau atau gas polutan lain seperti karbon dioksida (CO2), benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.

Sementara itu, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration) Amerika Serikat dan dirilis tahun 1999, menunjukkan bahwa lidah mertua mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya yang ada di udara. Bahkan, NASA juga memanfaatkan lidah mertua menjadi obyek penelitian NASA untuk penyaring dan pembersih udara di stasiun angkasa luar. NASA merekomendasikan untuk menempatkan lidah mertua sekitar 15-18 tanaman dalam wadah berdiameter 6-8 inch di setiap 1.800 kaki persegi ruangan atau rumah.

Sedangkan di Jepang tanaman ini dimanfaatkan masyarakat untuk menghilangkan bau dari perabotan rumah tangga. Korea juga memanfaatkan lidah mertua sebagai penghalau polusi hingga radiasi. Sementara di Thailand, ekstrak sansevieria dikembangkan untuk menjadi obat kanker. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: