Daging Babi Olahan yang Terinfeksi Virus ASF Ditemukan di Inggris

TrubusNews
Syahroni
19 Juli 2019   20:00 WIB

Komentar
Daging Babi Olahan yang Terinfeksi Virus ASF Ditemukan di Inggris

Pejabat pabean AS memeriksa daging yang disita di Chicago. ASF telah memusnahkan populasi babi China dan menyebar perlahan ke seluruh Eropa. (Foto : Daniel Acker/Bloomberg)

Trubus.id -- Virus demam babi Afrika atau African Swine Flu (ASF) ditemukan dalam daging yang kemudian disita oleh otoritas pelabuhan di Irlandia Utara. Temuan ini merupakan temuan pertama inveksi virus berbahaya itu di dataran Inggris.

Pejabat menyita lebih dari 300kg daging dan produk susu ilegal dari bagasi penumpang bandara pada bulan Juni lalu. Sampel kemudian diuji oleh Agri-Food and Biosciences Institute di Belfast. Setelah proses panjang pengujian, dikonfirmasi bahwa dari daging yang disita ditemukan jejak virus ASF yang sangat menular dan dapat bertahan hidup selama beberapa bulan dalam daging olahan.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (19/7), Departemen Pertanian, Lingkungan, dan Urusan Pedesaan Inggris menyatakan, deteksi fragmen DNA virus tidak menimbulkan ancaman kesehatan yang signifikan terhadap kesehatan hewan Irlandia Utara, juga tidak mengubah status bebas penyakit di negara itu. Tetapi Zoe Davies dari National Pig Association mengatakan penemuan itu menyoroti betapa rentannya kawanan babi Inggris terhadap infeksi ASF.

Baca Lainnya : Wabah Flu Babi Serang Objek Wisata di India, Puluhan Tewas

"Kami selalu menyatakan bahwa ancaman terbesar terhadap kawanan babi Inggris adalah dari produk daging yang terinfeksi yang dibawa secara ilegal dari daerah yang terinfeksi yang kemudian menemukan jalan mereka ke kawanan babi Inggris atau populasi babi hutan liar," kata Davies.

“Ada kemungkinan bahwa [ASF] sudah ada di sini, mungkin di lemari es seseorang, karena pemeriksaan di sebagian besar perbatasan saat ini tidak terlalu baik. Risikonya tinggi - dan ini menjadi perhatian besar bagi kami sebagai industri." terangnya lagi.

Departemen Lingkungan, Pangan dan Urusan Pedesaan baru-baru ini mengumumkan akan meningkatkan kontrol ASF di pelabuhan dan bandara, dan meluncurkan kampanye poster baru yang menargetkan pelancong dari daerah yang terkena ASF, dengan peringatan tentang membawa produk daging ke negara tersebut.

ASF tidak berbahaya bagi manusia, meskipun para ilmuwan telah memperingatkan bahwa kesamaan fisiologis antara babi dan manusia berarti mutasi virus di masa depan bisa menjadi berbahaya.

Hampir 6.000 wabah ASF sedang berlangsung di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia. ASF dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan juga dapat menyebar melalui serangga seperti kutu. Virus ini dapat hidup selama beberapa tahun di bangkai beku, sehingga produk daging menjadi perhatian khusus untuk penularan lintas batas.

"Jika daging yang terinfeksi melewati otoritas dan masuk ke kawanan babi di Irlandia Utara, atau di mana pun di Inggris, itu akan memiliki implikasi yang menghancurkan," kata Alistair Driver, editor Pig World.

“Itulah sebabnya ada dorongan besar pada saat ini untuk meningkatkan kontrol dan kesadaran akan risiko di pelabuhan dan bandara, dan untuk menyoroti bagi semua pemilik babi tentang bahaya memberi makan daging dan segala makanan sisa untuk babi, yang ilegal menurut larangan makan swill." terangnya lagi.

Baca Lainnya : Cegah Penyebaran Virus ASF, Hong Kong Musnahkan 6000 Ekor Babi

Penyakit ini telah mendatangkan malapetaka sejak merebak di China, yang merupakan rumah bagi kawanan babi terbesar di dunia. Bahkan China telah mengorbankan sepertiga babi di negara itu untuk dimusnahkan.

Penyebarannya yang lambat di seluruh Eropa juga menyebabkan kepanikan dan kecemasan. Penyakit itu terdeteksi di Belgia tahun lalu, dan pemerintah Denmark sekarang membangun tembok untuk mencegah penyakit masuk ke negara mereka melalui babi hutan. Apalagi industri babi adalah komponen kunci dari ekonomi Denmark.

Sementara itu, sebuah laporan baru oleh Organisasi Pangan dan Pertanian mengatakan bahwa ASF merupakan "ancaman serius bagi keamanan pangan". National Pig Association telah meluncurkan kampanye #MuckFreeTruck di seluruh industri untuk mengingatkan semua orang di seluruh rantai pasokan dan pengangkut tentang pentingnya memastikan truk bersih dan tidak membawa penyakit.

"Kami juga mendorong produsen untuk memasang papan petunjuk yang jelas di jalan setapak dan area akses publik lainnya yang dekat dengan unit babi yang memperingatkan masyarakat agar tidak memberi makan babi," kata Davies. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: