Kabupaten Bengkayang Kalbar Darurat Karhutla, 62 Hektare Lahan Hangus Terbakar

TrubusNews
Astri Sofyanti
19 Juli 2019   16:30 WIB

Komentar
Kabupaten Bengkayang Kalbar Darurat Karhutla, 62 Hektare Lahan Hangus Terbakar

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Foto : Dok.BNPB)

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) masih berlangsung meski upaya pemadaman terus dilakukan. sejumlah personel gabungan seperti TNI, Polri, serta Manggala Agni masih berjuang memadamkan kobaran api yang menghanguskan 62 hektare lahan di Desa Mekar Baru, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Titik api pertama kali terdeteksi oleh satelit Aqua pada koordinat 00.86855°-109.16884°.

Berdasarkan informasi dan keterangan warga setempat, diketahui lahan yang terbakar tersebut merupakan lahan perkebunan kelapa sawit milik PT. MAGP dan diketahui perusahaan tersebut telah lama tidak beroperasi.

"Di lokasi kebakaran personel menemukan adanya lahan seluas kurang lebih 62 hektare telah terbakar dan menyisakan abu dan beberapa bara api yang masih menyala. Sehingga agar tidak meluas kita dari berbagai pihak melakukan pemadaman," kata Kapolsek Monterado, IPTU Rismanto, melansir Antaranews, Jumat (19/7/19).

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi terkait penyebab kebakaran hutan dan lahan yang melanda  Desa Mekar Baru.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Monterado agar waspada dan tidak membakar hutan atau lahan untuk bercocok tanam sebagaimana pasal 108 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah dasar hukumnya.

"Kita minta warga jangan membakar lahan. Saat ini musim kemarau. Mari bersama cegah Karhutla," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang telah memetakan setidaknya 10 desa berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkayang. Dari 10 desa tersebut, wilayah yang rentan terjadi di Sungai Duri, wilayah Kecamatan Sungai Raya karena memiliki lahan gambut.

"Meskipun masih terkendala dengan anggaran dalam penanganan bencana Karhutla, kami optimistis dalam melakukan penanganan, terlebih adanya sinergi dan komitmen dari pemerintah pusat. Dalam komitmen tersebut BNPB RI akan menerjunkan 1.000 personel untuk menangani Karhutla di provinsi Kalbar. Termasuk di kabupaten Bengkayang. Sesuai dengan pemetaan daerah lahan gambut rawan Karhutla sebanyak 182 desa di Kalbar," jelas Kepala BPBD kabupaten Bengkayang, Yosef.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: