Kenapa Cuaca di Malam Hari Bertambah Dingin Jelang Puncak Kemarau?

TrubusNews
Binsar Marulitua
18 Juli 2019   18:00 WIB

Komentar
Kenapa Cuaca di Malam Hari Bertambah Dingin Jelang Puncak Kemarau?

Lanskap danau Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kawasan Gunung Semeru adalah salah satu daerah terdampak penurunan suhu dingin saat kemarau, sehingga menimbulkan Fenomena Embun/Bun Upas (frost) yang menyerupai salju. (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Beberapa provinsi dan dataran tinggi di Indonesia diselimuti cuaca dingin pada malam hari, justru saat kemarau tiba. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, cuaca bisa terus turun hingga titik minimum sampai puncak kemarau pada bulan Agustus 2019 nanti. 

BMKG mencatat, empat kota yang mengalami suhu dingin terparah sejak Senin (16/7/2019) adalah,  Yogyakarta dengan temparatur terendah 18,8 celcius, Bandung dengan temparatur 17 celcius, Malang dengan temparatur 15,9 celcius, dan Cisarua dengan temparatur 16,4 celcius. 

Kepala Humas BMKG Taufan Maulana mengatakan, cuaca malam hari terasa lebih dingin saat kemarau adalah fenomena yang wajar. Secara umum  bisa terjadi karena minimnya awan.  Dengan sorotan matahari lebih cepat, radiasi panas matahari yang tersimpan di permukaan bumi saat dini hari sangat sedikit.

Baca Lainnya : AWAS Kekeringan, BMKG Prediksi Musim Kemarau Berlangsung Sampai Desember 2019

"Kalau lagi kemarau itu awan-awan jarang, artinya cukup teranglah 'Clear' tidak ada tutupan awan. Ketika siang hari musim kemarau akan lebih bertambah panas, namun pada malam hari, dari bumi sendiri memberikan energi ke langit lebih cepat juga. Sehingga di malam hari akan terasa lebih dingin," jelas Taufan, Selasa (17/7/2019). 

Tidak hanya itu, sambung Taufan, faktor lainnya yang menyebabkan  cuaca terasa lebih dingin adalah adanya angin yang bertiup dari tenggara, dari arah Australia, membawa udara yang kering dan dingin. 

Kondisi saat ini dipengaruhi juga dengan masih adanya kelembapan pada ketinggian permukaan hingga 1,5 kilometer di atas permukaan laut sehingga pada sore hari masih terlihat adanya pembentukan awan.

Baca Lainnya : Musim Kemarau, Fenomena Hujan Es Justru Landa Aceh Besar

Akan tetapi pada ketinggian 3 kilometer di atas permukaan laut yang relatif kering, potensi awan yang terbentuk untuk terjadi hujan relatif kecil dan dampaknya kondisi kelembapan pada malam hingga pagi hari menambah kondisi suhu udara menjadi dingin.


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

KKP: Kuota Impor Garam Capai 2,9 Juta Ton pada 2020

Peristiwa   17 Jan 2020 - 18:58 WIB
Bagikan:          
Bagikan: