Kebakaran Hutan dan Lahan di Bangka Belitung Meluas, BPBD: 12,55 Hetare Lahan Terbakar

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Juli 2019   19:30 WIB

Komentar
Kebakaran Hutan dan Lahan di Bangka Belitung Meluas, BPBD: 12,55 Hetare Lahan Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan ilustrasi (Foto : Dok.BNPB)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan sejak Juni hingga pertengahan Juli 2019, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Bangka Belitung (Babel) terus meluas. BPBD mencatat luas lahan yang hangus terbakar mencapai 12,55 hektare. Area lahan yang terbakar merupakan semak belukar yang mengering selama musim kemarau.

Meski begitu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kepulauan Babel, Aswind mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

“Tahun lalu luas lahan yang terbakar mencapai 195,2 hektare,” katanya di Pangkalpinang, Kamis (18/7/19) melansir dari Antaranews.

Dirinya merinci kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sepanjang tahun 2018 terjadi di 175 titik, yang tersebar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

"Rata-rata kejadian kebakaran hutan dan lahan tahun lalu lebih dari 12 kali per bulan, sementara tahun ini baru 12 kali kejadian kebakaran. Jadi kasus karhutla 2019 jauh penurunannya dibandingkan tahun sebelumnya," lanjutnya.

Dirinya mengungkapkan, penurunan kejadian kebakaran hutan dan lahan ini karena kesadaran masyarakat untuk tidak membakar sampah dan lahan sudah mengalami peningkatan. Masyarakat sudah merasakan dampak dari kebakaran hutan tersebut yang mengganggu kesehatannya.

"Alhamdulillah semakin hari masyarakat semakin sadar untuk tidak membakar lahan sembarangan," ujarnya lagi.

Sementara itu, dalam dua tahun terakhir, dirinya menilai bahwa masyarakat sangat merasakan kabut asap sebagai dampak kebakaran hutan, artinya semua orang selalu merasakan ketidakyamanan akibat kebakaran tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu menjaga agar tidak terjadi lagi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut.

"Kebakaran hutan dan lahan musim kemarau tahun ini mulai terjadi akhir Juni, sehingga kasus karhutla belum terlalu banyak," tandasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: