BMKG Ungkap Lokasi Gempa Magnitudo 8,8 yang Diprediksi Guncang Selatan Jawa

TrubusNews
Thomas Aquinus
18 Juli 2019   17:30 WIB

Komentar
BMKG Ungkap Lokasi Gempa Magnitudo 8,8 yang Diprediksi Guncang Selatan Jawa

Ilustrasi bangunan hancur akibat gempa bumi (Foto : Trubus.id/Thomas A Krisnaldi G)

Trubus.id -- Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, bahwa pihaknya sudah tahu lokasi retakan pemicu gempa 8,8 skala richter yang diprediksi akan mengguncang pesisir selatan Pulau jawa. Gempa tersebut diprediksi juga memicu tsunami mencapai 20 meter.

Adapun sumber gempa yang dapat memicu terjadinya tsunami telah terpetakan dengan baik oleh para pakar. Termasuk juga untuk di wilayah selatan Yogyakarta.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Mlati, I Nyoman Sukanta, meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan potensi gempa bumi bermagnitudo 8,8 dan tsunami dengan ketinggian sekitar 20 meter di kawasan Pantai Selatan seperti yang dirilis Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Rabu (17/7) kemarin.

Baca Lainnya : Gempa dengan Magnitudo 8,8 Berpotensi Terjadi di Selatan Pulau Jawa

"Sudah kami petakan di samudera hindia di sebelah selatan yogya," ujarnya.

Menurutnya, karena semua pihak tidak dapat memprediksi kapan terjadinya gempa dan besar kekuatannya, BMKG telah melakukan langkah-langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak.

"Kita lakukan mitigasi agar memiminalisir korban jiwa dan kerugian harta benda," katanya dikutip Suara.

Nyoman menyampaikan, pihaknya telah bekerja sama dengan BPBD untuk melakukan kegiatan sosialisasi. Selain itu TTX (table top excercise), juga simulasi gempa dan tsunami kepada masyarakat terdampak.

Baca Lainnya : BMKG Jelaskan Penyebab Gempa yang Mengguncang Bali

Sebelumnya BPBD merilis potensi gempa bumi dan tsunami terjadi di Samudera Hindia atau selatan Pulau Jawa karena merupakan pertemuan lempeng Eurasia dan Indoaustralia. Pertemuan itu berpotensi terjadinya gempa bumi tektonik.

Letak pertemuan lempeng di tengah laut menyebabkan wilayah pesisir menjadi rentan terhadap bahaya tsunami yang diakibatkan oleh pergeseran lempeng tersebut. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: