Ribuan Tanaman Karet di Kawasan TNGL Ditebang Petugas

TrubusNews
Reza Perdana | Followers 2
17 Juli 2019   14:30

Komentar
Ribuan Tanaman Karet di Kawasan TNGL Ditebang Petugas

Petugas menebang ribuan batang tanaman karet yang ditanam masyarakat di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) (Foto : Trubus.id/Kontributor Reza P)

Trubus.id -- Petugas menebang ribuan batang tanaman karet yang ditanam masyarakat di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Penebangan dilakukan guna menunjukkan bahwa aktivitas perkebunan di kawasan TNGL tidak dibenarkan.

“Harus diganti dengan tanaman lain yang dapat menjaga ekosistem kawasan,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Bahorok, Palber Turnip, Rabu (17/7).

Dikatakan Palber, penebangan tanaman karet tersebut dilakukan pihaknya di Juma Uruk, Desa Kaperas, Marike, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Baca Lainnya : Seluas 700 Ribu Hektare Perkebunan Karet Segera Diremajakan

“Di lokasi itu, pembukaan lahan untuk perkebunan karet seluas 5 hektare,” ungkapnya.

Menurutnya, jika dalam satu hektare terdapat 500 batang, maka ada 2.500 batang karet yang ditumbangkan. Pertanaman karet di lokasi itu sudah dimulai sejak 6 hingga 8 tahun lalu.

“Bisa dilihat dari ukuran batang tanaman dan produksi getahnya. Karet ini berproduksi, diambil getahnya oleh yang mengelola. Penebangan ini sudah kita mulai dari lima hari lalu,” sebutnya.

Pihaknya juga telah melakukan pendekatan pesuasif kepada lima orang pengelola kebun karet. Berdasarkan penyesuaian titik koordinat peta oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), kawasan yang diusahakan masuk wilayah TNGL.

Baca Lainnya : Wabah Gugur Daun Kering Picu Produksi Karet Nasional Merosot

“Kemudian pemilik kebun menyerahkannya kepada BBTNGL untuk ditumbangkan. Mereka beralasan tidak mengetahui lahan yang dikelola masuk dalam kawasan TNGL,” ujarnya.

Di wilayah tersebut hanya seluas lima hektare yang terjadi pembukaan lahan. Di Wilayah I Bahorok, mulai perbatasan Sei Musam hingga perbatasan Karo, aktivitas pembukaan lahan paling banyak terjadi di Bahorok

“Karena jumlah penduduknya yang padat dan tingginya aktivitas berkebun, serta tingginya keterlanjuran,” terang Palber.

Baca Lainnya : Petani Sumsel Andalkan Teknologi untuk Sebar Informasi Lelang Karet

Diakui Palber, penebangan yang dilakukan oleh pihaknya punya tujuan yang menginginkan kembalinya fungsi kawasan yang rusak karena perkebunan. Selain itu pihaknya juga mengajak masyarakat untuk penanaman yang bisa menunjang ekosistem hutan seutuhnya, sehingga memberi dampak positif.

Usai penebangan, dilakukan penanaman jengkol dan kemiri. Di lokasi penebangan yang berbatasan langsung dengan Hutan Produksi Tetap (HPT) yang pemangkunya adalah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) I Langkat.

“Ini bentuk pengembalian fungsi kawasan yang dilakukan secara bersama,” paparnya. [NN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


jesica oktavia 17 Juli 2019 - 15:55

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: