BNPB Paparkan Kondisi Bali Usai Diguncang Gempa Bumi M=5,8 Selasa Pagi

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
16 Juli 2019   16:30

Komentar
BNPB Paparkan Kondisi Bali Usai Diguncang Gempa Bumi M=5,8 Selasa Pagi

Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyatakan bahwa sampai pukul 12.00 WIB, telah terjadi 11 kali genpa susulan usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 (M=5,8) yang mengguncang Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (16/7) pukul 07:18:35 WIB.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa tersebut terjadi karena adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Di Bali, gempa dirasakan di sejumlah lokasi seperti di Kabupaten Buleleng, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.

Baca Lainnya : BNPB Paparkan Kondisi Bali Usai Diguncang Gempa Bumi M=5,8 Selasa Pagi
 
“Selain di Bali, dampak gempa dirasakan hingga ke Jawa Timur yakni Banyuwangi dan Jember serta NTB yakni Kota Mataram,” demikian disampaikan Agus Wibowo saat menggelar Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Gempa Bumi Bali, di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (16/7/19).

Ia mengatakan bahwa durasi gempa bumi yang berpusat di Pulau Dewata Bali yang turut dirasakan di Jawa Timur tepatnya Banyuwangi dan Jember berdurasi sekitar 2 detik.

Lebih lanjut Agus mengucapkan bahwa satu orang mengalami luka-luka akibat terdampak guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8. Sementara kerusakan bangunan dilaporkan mencapai 38 unit, yang meliputi 6 unit rumah rusak, 2 diantaranya rusak berat; 5 unit sarana peribadatan; 11 unit sarana pendidikan; 2 unit sarana kesehatan; 7 unit kantor/gedung pemerintah; 5 unit fasum; 1 unit hotel; dan 1 unit kios/toko.

Baca Lainnya : Update Bencana Gempa Bumi Halmahera Selatan, BNPB: Jumlah Korban Meninggal Bertambah Menjadi 4 Orang

Agus juga menegaskna bahwa berdasarkan informasi BMKG, gempa tidak berpotensi Tsunami. “Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucapnya kembali.

Pihaknya juga mengugkapkan, masyarakat diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. “Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum hendak kembali ke dalam rumah,” tandas Agus. [NN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 16 Juli 2019 - 20:36

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: