BPS Catat Komoditas Rokok Turut Jadi Penyumbang Kemiskinan di Indonesia

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
16 Juli 2019   16:00

Komentar
BPS Catat Komoditas Rokok Turut Jadi Penyumbang Kemiskinan di Indonesia

ilustrasi Kemiskinan (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, penduduk miskin di Indonesia masih tercatat 25,14 juta orang hingga Maret 2019. Dari angka tersebut, komoditas rokok menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap garis kemiskinan. 

"Kontribusi rokok terhadap garis kemiskinan terus meningkat. Sebab, harga rokok kerap mengalami inflasi sebesar 0,01% per bulan. Ini berarti, harga rokok secara perlahan terus mengalami kenaikan," jelas Kepala Badan Pusat Staistik (BPS) Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Suhariyanto menjelaskan, rokok memberikan pengaruh sebesar 11,07% di perkotaan dan 10,21% di perdesaan. Sementara pada September 2018, rokok menyumbang 10,39% di perkotaan dan 10,06% di perdesaan.

Baca Lainnya : BPS Catat Penduduk Miskin Berkurang 530 Ribu Orang Dalam 6 Bulan Terakhir

BPS juga merilis komoditas lainnya yang menyumbang angka kemiskinan adalah beras mencapai 20,59. Di posisi ketiga adalah telur ayam ras (4,26 persen). Selanjutnya secara berturut adalah komoditas,  daging ayam ras (3,83 persen), mie instan (2,40 persen) dan gula pasir (2,06 persen). 

 Suhariyanto juga mengemukakan, Garis Kemiskinan pada Maret 2019 adalah sebesar Rp425.250,- per kapita per bulan. Dibandingkan September 2018, Garis  Kemiskinan naik sebesar 3,55 persen.  Sementara jika dibandingkan Maret 2018, terjadi kenaikan sebesar 5,99 persen.

Adapun garis kemiskinan per rumah tangga adalah gambaran besarnya nilai rata-rata rupiah minimum yang harus dikeluarkan oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya agar tidak dikategorikan miskin.

Secara rata-rata, menurut Suhariyanto, garis kemiskinan  per rumah tangga pada Maret 2019 adalah sebesar  Rp1.990.170,-/ bulan naik sebesar 4,67   persen dibanding kondisi September 2018 sebesar Rp1.901.402,-/bulan.

Baca Lainnya : BPS Ungkap Bulan Mei 2019 Harga Gabah dan Beras Turun, NTP Naik

Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang  terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), menurut Kepala BPS itu, terlihat peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.

“Besarnya sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2019 sebesar 73,66 persen,” jelas Suhariyanto. [NN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 16 Juli 2019 - 20:36

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: