BNPB: Lebih Dari 30 Ribu Hektare Hutan dan Lahan Terbakar di Delapan Provinsi

TrubusNews
Astri Sofyanti
16 Juli 2019   12:30 WIB

Komentar
BNPB: Lebih Dari 30 Ribu Hektare Hutan dan Lahan Terbakar di Delapan Provinsi

Plh. Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo (kiri) dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (15/7/19) (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyatakan bahwa sampai pertengahan Juli 2019, total luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 30.477 hektare.

BNPB menerima laporan bahwa terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di delapan provinsi, yang meliputi Aceh, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua Barat.

“Provinsi yang mengalami kebakaran hutan dan lahan terluas adalah Riau, yaitu mencapai 27.683 hektare dan Kalimantan Barat mencapai 2.274 hektare,” jelasnya seperti melansir dari Antaranews, Selasa (16/7/19).

Sementara itu, luas lahan yang mengalami kebakaran di Sumatera Selatan mencapai 236 hektare, Aceh (142 hektare), Papua Barat (58 hektare), Kalimantan Selatan (53 hektare), Kalimantan Tengah (27 hektare), dan Jambi (empat hektare).

"BNPB dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi sudah melakukan operasi udara untuk membuat hujan buatan. Data tentang itu masih kami kumpulkan," ungkapnya.

Dirinya menuturkan, kebakaran hutan dan lahan dipastikan 99 persen terjadi karena ulah manusia, baik yang disengaja maupun tidak.

Sebelumnya, BNPB telah menerjunkan masing-masing 1.512 personel TNI/Polri untuk mencegah tindakan-tindakan pembakaran oleh masyarakat di lima provinsi yang sudah menyatakan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan.

"Provinsi yang sudah menyatakan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan adalah Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," ucapnya ketika menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Senin (15/7/19).

Dirinya menjelaskan bahwa, kelima provinsi tersebut merupakan provinsi dengan tingkat risiko kebakaran hutan dan lahan karena berlahan gambut, termasuk Jambi.

“Sampai saat ini Pemerintah Provinsi Jambi belum menyatakan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Agus.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: