BNPB: 1.996 Desa di Tujuh Provinsi Alami Kekeringan

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Juli 2019   17:00 WIB

Komentar
BNPB: 1.996 Desa di Tujuh Provinsi Alami Kekeringan

Agus Wibowo, Plh Kapusdatin dan Humas BNPB saat mengelar konferensi pers di Graha BNPB, Senin (15/7/19) (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Pelaksana Harian Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, sampai saat ini sebanyak 1.969 desa di tujuh provinsi yang mengalami kekeringan. Ke-tujuh provinsi tersebut meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dari masing-masing provinsi ini jika di total ada 79 kabupaten, 556 kecamatan, sebanyak 1.969 desa yang terdampak kekeringan,” demikian disampaikan Agus ketika ditemui Trubus.id di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Senin (15/7).

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau 2019, mengakibatkan kekeringan yang cukup panjang. BMKG memperkirakan kekeringan akan terjadi hingga September mendatang. Sementara puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus mendatang.

Baca Lainnya : Antisipasi Kekeringan, PDAM Imbau Masyarakat Kota Bandung Bijak Gunakan Air

"BMKG memprediksi kekeringan tahun ini akan cukup panjang sampai September dan puncaknya adalah di bulan Agustus. Jadi saat ini sudah banyak lokasi atau wilayah yang kekeringan. Masih ada beberapa wilayah yang selama 60 hari belum hujan," ujarnya kembali.

Dirinya juga mengungkapkan, dalam rapat kabinet Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga mengundang PBB untuk membahas progres penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk penanganan kekeringan 2019, dikatakan Agus, untuk jangka pendek, akan dilakukan droping air, baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lembaga sosial/NJO. Selain itu, juga akn disediakan mobil tangka hidran umum, sumur bor, dan merekayasa hujan buatan. Sementara untuk jangka menengah, BNPB akan mendorong revitalisasi daerah aliran sungai serta danau.

“BNPB juga akan membangun embung, sumur bor permanen, waduk, pengendalian pengeluaran air tanah, perbaikan saluran irigasi, pemberian bantuan bibit yang bernilai ekonomis dan ekologis,” pungkasnya. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: