Gempa Halmahera Selatan, BNPB Catat Lebih dari 2.000 Orang Mengungsi

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Juli 2019   14:33 WIB

Komentar
Gempa Halmahera Selatan, BNPB Catat Lebih dari 2.000 Orang Mengungsi

Plh. Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (15/7/19) (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) masih terus berupaya menghimpun data terkait gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Minggu (14/7) pukul 16.10 WIB.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan sampai Senin (15/7/19) pukul 07.00 WIB terjadi 65 kali gempa susulan. Kedalaman rata-rata 10 kilometer.

Lebih lanjut Agus menyatakan bahwa pusat gempa berada di darat akibat aktivitas sesar aktif SorongBacan. Wilayah sekitar pusat gempa tersusun dari batuan vulkanik dan sedimen dengan sifat urai dan lepas, sehingga goncangan terasa kuat.

Baca Lainnya : BMKG Jelaskan Penyebab Halmahera Selatan Kerap Menjadi Langganan Gempa, Ini Sejarahnya

“Dampak gempa bumi Halmahera Selatan, dua orang meninggal dunia, lebih dari 2.000 jiwa mengugsi,” kata Agus ketika melakukan Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Gempa Bumi Magnitudo 7,2 Halmahera Selatan di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Senin (15/7/19).

Berdasarkan data yang dihimpun BNPB hingga Senin (15/7/19), lebih dari 2.000 warga berada di 14 lokasi pengungsian yang dirinci, Kantor Polsek Saketa (89 orang), Kantor PDAM Saketa (65 orang), Aula kantor Bupati Halmahera Selatan (300 orang), Polres Halmahera Selatan (170 orang), Masjid Raya Halmahera Selatan (500 orang), Kantor Dinas Sosial Halmahera Selatan (70 orang), Kodim 1509 (45 orang), Rumah Dinas Ketua DPRD  (100 orang), Rumah Dinas Waka II DPRD (50 orang), Rumah Dinas Bupati Halmahera Selatan (70 orang), Gedung SMAN 5 Halmahera Selatan (84 orang), Kantor Pemda Halmahera Tengah & Kantor DPRD Halmahera Tengah (25 KK), Bukit Goeng/Cafe Goeng (15 KK), Kecamatan Bacan Selatan (1000 jiwa).

“Ada pula pengungsi mandiri di Desa Hidayat, Desa Makean, dan Desa Tomori,” tambahnya.

Baca Lainnya : Gempa M 7,2 di Maluku Utara Akibat Pergeseran Sesar Sorong-Bacan

Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa kerusakan rumah akibat guncangan sampai saat ini yang terdata sebanyak 58 unit, dengan rincian Desa Ranga-ranga, Kec. Gane Timur Selatan, Halmahera Selatan (20 unit), Desa Saketa, Kec. Gane Barat, Halmahera Selatan (28 unit), Desa Dolik, Kec. Gane Barat Utara, Halmahera Selatan (6 unit), Desa Kluting Jaya, Kec. Weda Selatan, Halmahera Tengah (5 unit).

“Sejauh ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB sudah menuju ke lokasi bencana untuk melakukan pendampingan, selain itu, BNPB juga telah menurunkan tim drone ke lokasi bencan,” ujarya lagi.

Selain itu, Agus menyampaikan bahwa berdasarkan informasi di lapangan, sampai saat ini akses jalan ke lokasi terdampak hanya melalui lalut, hal ini dikarenakan akses jalan darat masih belum terbangun ataupun dilalui kendaraan.

“Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai sebagian besar masih bertahan di tempat yang lebih tinggi,” pungkasnya. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Upaya Outreach Sawit Indonesia Berkelanjutan di Slowakia

Peristiwa   16 Des 2019 - 09:20 WIB
Bagikan:          
Bagikan: