Diduga Diracun, 60 Ekor Burung Kakaktua Ditemukan Mati di Australia

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
12 Juli 2019   19:30

Komentar
Diduga Diracun, 60 Ekor Burung Kakaktua Ditemukan Mati di Australia

Puluhan burung kakaktua corela dan Korona paruh panjang mati diduga karena diracun. (Foto : Casper Bird Rescue)

Trubus.id -- Lebih dari 60 ekor kakaktua ditemukan mati tiba-tiba dalam kasus yang diduga keracunan di Australia Selatan, kata tim penyelamat. Burung-burung yang merupaan dua spesies corella itu ditemukan di dekat lapangan olahraga di Adelaide pada hari Selasa dan Rabu kemarin.

Setidaknya 57 dari burung-burung itu adalah korona paruh panjang, yang merupakan spesies yang dilindungi. Beberapa burung ditemukan dalam kondisi kesakitan parah dan dibawa ke dua dokter hewan, tetapi mereka tidak dapat diselamatkan. Kasus kematian burung tersebut kini sedang diselidiki oleh departemen pemerintah

."Adegan itu tampak seperti film horor," kata pendiri Casper's Bird Rescue, Sarah King, yang termasuk di antara mereka yang dipanggil ke tempat kejadian seperti dilansir dari BBC, Jumat (12/7).

"Burung-burung tidak bisa terbang dan berbaring di tanah meratap kesakitan. Beberapa burung berdarah keluar dari mulut mereka. Itu segera membuat kita berpikir tentang keracunan, yang telah kita lihat sebelumnya." terangnya lagi.

Departemen Lingkungan dan Air negara mengatakan penyebabnya belum dikonfirmasi.

"Pengujian penyakit dan toksin sedang berlangsung dan akan memakan waktu beberapa minggu untuk selesai," kata seorang juru bicara kepada BBC.

Seorang dokter hewan yang melihat burung-burung itu, Trudy Seidel, mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation bahwa kemungkinan besar burung-burung tersebut telah diracuni.

Di Australia, membunuh dengan sengaja burung korona paruh panjang dan paruh pendek, termasuk kakatua corella dapat menerima denda atau bahkan waktu penjara. Dewan lokal sebelumnya telah menyerukan agar corella paruh pendek dicabut karena spesies asli telah disalahkan karena menyebabkan kerusakan pada tanaman dan mengunyah lampu jalan.

Ms King mengatakan jika burung-burung itu diracun, dia berharap laporan toksikologi dapat membantu melacak asal-usulnya.

"Ini adalah persyaratan umum bahwa orang harus mendaftar ketika mereka membeli racun," katanya. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 12 Juli 2019 - 21:30

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: