Kemenkeu: Penerimaan Cukai Plastik Akan Digunakan untuk Mengolah Limbah

TrubusNews
Astri Sofyanti
12 Juli 2019   20:30 WIB

Komentar
Kemenkeu: Penerimaan Cukai Plastik Akan Digunakan untuk Mengolah Limbah

Ilustrasi kantong plastik (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa pengenaan tarif cukai plastik dilakukan guna mengendalikan pemakaian kantong plastik. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Nasrudin Joko Surjono.

"Uang itu nantinya juga di recycle lagi ke masyarakat, dana-dana itu untuk pengelolaan sampah. Jadi dari situ, dia jadi cost efektif, bisa kendalikan sekaligus dapat dikembalikan ke masyarakat untuk mengelola tadi, green policy," jelas Nasrudin saat menggelar konferensi pers terkait cukai plastik di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (12/7).

Baca Lainnya : Sri Mulyani Usulkan Tarif Cukai Plastik Sebesar Rp30.000 per Kg

Pengenaan cukai plastik ini ditargetkan bisa menjadi penerimaan baru bagi negara. Seperti diketahui, pengenaan cukai plastik menyumbang pendapatan sebesar Rp500 miliar yang nantinya merujuk pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa angka tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan penerimaan cukai keseluruhan yang mencapai Rp150 triliun.

"Jadi kami tekankan sekali lagi kita bukan untuk mencari revenue, tapi ini sebagai instrumen untuk pengendalian produksi plastik kita yang makin besar produksinya setiap tahun. 60 persen sampah plastik di Indonesia adalah shopping bag. Dia tidak berpotensi menaikkan penerimaan, tapi lebih fokus ke pengendalian plastik. Penerimaan does not matter much," ujarnya kembali.

Nasrudin mengatakan selama ini kantong plastik tidak memiliki nilai berarti di pasaran, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh benda tersebut secara cuma-cuma.

Baca Lainnya : Pengamat: Selain Plastik, Minuman Berkadar Gula Tinggi juga Harus Dikenai Cukai Tinggi

Dengan adanya pengenaan cukai tersebut, secara otomatis nilai kantong plastik akan naik. Hal itu diharapkan dapat menjadi salah satu solusi yang membuat masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik.

Dia melanjutkan penerimaan yang nantinya didapat pemerintah dari cukai kantong plastik itu akan dialokasikan untuk pengelolaan kebijakan berbasis lingkungan lainnya, seperti pengelolaan sampah. Hal tersebut saat ini masih dalam proses pembahasaan dengan instansi-instansi terkait agar penerapannya dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Mekanismenya masih di ajukan ke anggaran untuk penggunaan itu. Jadi mekanisme itu yang diharapkan," pungkasnya. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

7 Pesan Jokowi kepada Kabinet Indonesia Maju

Peristiwa   23 Okt 2019 - 17:58 WIB
Bagikan: