Penerapan Cukai Efektif Kurangi Pemakaian Kantong Plastik?

TrubusNews
Astri Sofyanti
12 Juli 2019   18:30 WIB

Komentar
Penerapan Cukai Efektif Kurangi Pemakaian Kantong Plastik?

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Wacana penerapan cukai plastik sebenarnya sudah direncanakan sejak dua tahun lalu, tapi hingga saat ini belum juga terealisasi. Yang jadi pertanyaan, akankah kali ini penerapan cukai kantong plastik efektif mengurangi pemakaian kantong plastik?

Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu) melalui Kepala Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai, Joko Surjono menilai bahwa penerapan cukai plastik mampu mengurangi setidaknya 25 sampai 30 persen peredaran kantong plastik. Hal ini didasari oleh kajian yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca Lainnya : Pengamat: Selain Plastik, Minuman Berkadar Gula Tinggi juga Harus Dikenai Cukai Tinggi

Belum lama ini, Kementerian Keuangan mengusulkan tarif cukai plastik sebesar Rp30.000 per kilogram atau Rp200 per lembar. Dengan penerapan tarif tersebut, harga kantong plastik di supermarket atau minimarket dijual kisaran Rp450 sampai Rp500 per kantong plastik.

Besaran tarif tersebut telah mengacu pada tarif cukai kantong plastik di sejumlah negara yang telah menerapkannya lebih dahulu.

“Kementerian berencana menerapkan cukai kantong plastik sebesar Rp200 per lembar atau Rp30 ribu per kilogram. Pengenaan cukai plastik ini juga diprediksi akan membuat konsumsi plastik turun sekitar 25 hingga 30 persen,” demikian disampaikan Joko ketika menggelar Konferensi Pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (12/7).

Baca Lainnya : Sri Mulyani Usulkan Tarif Cukai Plastik Sebesar Rp30.000 per Kg

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, ketika ada biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk sebuah kantong plastik, otomatis penggunaan barang tersebut mengalami penurunan.

Penerapan cukai plastik ini dinilai menjadi penting mengingat sudah banyak masalah kantong plastik yang tidak terserap di daratan, lalu mengalir ke laut. Saat di lautan, sampah itu menghasilkan mikro plastik yang akan dimakan hewan. Kemudian, manusia yang mengonsumsi hewan laut pun jadi turut mencernanya. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: