Tahun 2019, Agroteknologi Menjadi Jurusan Favorit Anak Milenial Setelah Kedokteran

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
12 Juli 2019   15:30

Komentar
Tahun 2019, Agroteknologi Menjadi Jurusan Favorit Anak Milenial Setelah Kedokteran

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Berdasarkan dari hasil pengumuman Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) terkait Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2019 diketahui, agroteknologi merangkak naik menjadi jurusan teravorit kedua dengan total pemilih mencapai 6.042 orang yang menjadikan jurusan yang paling banyak diminati setelah kedokteran.

Melihat tingginya minat anak muda dengan jurusan agroteknologi menjadi harapan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong berbagai program berbasis teknologi pertanian.

Di samping itu, ketahanan pangan juga menjadi visi strategis dari Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Baca Lainnya : The 1st Millennial Indonesian Agropreneurs: Pasar adalah Kunci

"Karena itu, perguruan tinggi harus memiliki peran dalam menciptakan inovasi teknologi pada bidang pangan, kesehatan dan kebencanaan yang dapat bermanfaat bagi rakyat Indonesia," kata Nasir dalam keterangan resmi Kemristekdikti.

Peminat agroteknologi yang lolos mengikuti tahap uji dan menerima hasil keulusan diupayakan mampu mengelola industri komoditas perkebunan, hortikultura dan semua olahan pangan. Anak muda wajib meningkatkan sektor pertanian dan menjaga kedaulatan pangan.

Seperti diketahui bersama, Kementerian Pertanian (Kementan) dalam kurun waktu empat setengah tahun terakhir gencar menciptakan petani milenial melalui perguruan tinggi maupun pesantren. Bahkan, kini petani milenial sudah mencapai satu juta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Lainnya : Kementan Dorong Pengembangan Wisata Agro Berbasis Hortikultura

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan mengatakan, bahwa jiwa muda mentransformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Mereka akan tertarik karena ada transformasi dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern," ujarnya.

Amran menyampaikan, saat ini telah memasuki era revolusi industri yang ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomasi dan jaringan internet. Karena itu, sektor pertanian juga perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan tersebut. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: