Tumpahan 4.500 Barel Whiskey dari Pabrik Minuman Keras Tewaskan Ribuan Ikan di Sungai

TrubusNews
Ayu E Setyowati | Followers 2
11 Juli 2019   22:00

Komentar
Tumpahan 4.500 Barel Whiskey dari Pabrik Minuman Keras Tewaskan Ribuan Ikan di Sungai

Ribuan ikan mati ketika bergalon-galon minuman keras tumpah di sungai Kentucky. (Foto : Inhabitat)

Trubus.id -- Dua gudang minuman keras Jim Beam di Kentucky meledak dalam kebakaran pekan lalu. Akibatnyam hampir 45.000 barel minuman keras jenis bourbon tumpah ke Sungai Kentucky. Dalam adegan apokaliptik, api menyebar ke alkohol di permukaan sungai, memakan semua oksigen yang tersedia di dalam air. Kebakaran, kandungan alkohol, dan kekurangan oksigen menyebabkan kematian ribuan ikan.

Tapi ini bukan rodeo pertama Kentucky. Faktanya, negara telah banyak menumpahkan wiski sehingga memiliki protokol khusus untuk jenis bencana ini. Louisville Water Company mengeluarkan pengumuman cepat yang memberi tahu publik bahwa air itu bukan masalah kesehatan bagi manusia.

“Memang telah beberapa kali terjadi di negara bagian ini, jadi ketika ini terjadi, kami hanya siap untuk itu dan tahu apa tindakan yang harus diambil,” kata Robert Francis, manajer tim tanggap darurat Kentucky.

Ketika gudang Jim Beam disambar petir pada tahun 2003, sebanyak 800.000 galon bourbon tumpah ke sungai di Bardstown. Baru tahun lalu, gudang Jim Beam terbakar lagi dan menumpahkan 9.000 barel. Pada tahun 2000, Wild Turkey menumpahkan 17.000 galon bourbon di Frankfort, Kentucky, dan membunuh sekitar 228.000 ikan. Pada tahun 1996, penyulingan Heaven Hill menumpahkan 90.000 barel bourbon setelah kebakaran gudang.

Petugas pemadam kebakaran dari empat kabupaten bergegas ke tempat kejadian untuk memadamkan api gudang bourbon tahun ini, dan tim darurat terus memantau sungai untuk menilai dampaknya. Sungai Kentucky memiliki panjang sekitar 24 mil dan bergerak dengan kecepatan kurang dari satu mil per jam. Alkohol tersebut diperkirakan telah mencapai Sungai Ohio dan cukup encer sehingga tidak menimbulkan ancaman lebih lanjut.

Awak margasatwa juga membantu menganginkan air sungai melalui tongkang, yang membantu mengisi kembali oksigen dan mencegah pembunuhan ikan lebih lanjut. Para responden darurat akan membiarkan ikan mati mengambang di sungai untuk membusuk secara alami, karena mereka tidak menimbulkan ancaman bagi manusia atau satwa liar lainnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: