Sektor Pertanian Masuki Revolusi Industri 4.0, Peran Generasi Milenial Semakin Dibutuhkan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
11 Juli 2019   20:00

Komentar
Sektor Pertanian Masuki Revolusi Industri 4.0, Peran Generasi Milenial Semakin Dibutuhkan

Plt Sekjen Kementerian Pertanian Momon Rusmono saat membuka Agrivaganza 2019 di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (11/7/19) (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Sebagai salah satu langkah untuk mendongkrak kesejahteraan petani Indonesia, Kementerian mendorong generasi muda untuk berani terjun ke sektor pertanian yang sudah siap memasuki revolusi industri 4.0. Sebagai penunjangnya, Kementan telah membuat berbagai program dan kebijakan.

Tak hanya itu, berbagai kegiatan yang bisa menjaring generani milenial ini melirik sektor pertanian juga rutin di gelar. Seperti yang dilakukan saat memperingati Hari Krida Pertanian Kementerian Pertanian yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Kamis (11/7). Di momentum itu, Kementan menggelar kegiatan Agrivaganza untuk menyaring generasi milenial yang ingin terjun ke bisnis pertanian.

Baca Lainnya : Peringati Hari Krida Pertanian, Kementerian Pertanian Gelar Agrivaganza

“Kalau kita cermati dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, justru sekarang eksportir didomonasi anak muda, karena kemampuan teknologi informasi, jadi beberapa kali saya mendampingi Pak Menteri, kami banyak bertemu dengan pelaku eksportir generasi milenial. Ini yang menarik. Kita akan dorong ke depan. Kita akan membangun generasi milenial tetapi yang berorientasi ekspor,” jelas Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Momon Rusmono saat ditemui pembukaan Agrivaganza di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Baca Lainnya : Peringati Hari Krida Pertanian, Mentan: Jaga Semangat, Terus Bekerja untuk Bangsa

Momon mengakui pentingnya peran generasi milenial untuk mewujudkan pertanian modern yang terintegrasi dengan teknologi. Hal itu mengingat salah satu misi Kementan adalah untuk menjadi lumbung pangan dunia pada 2025. Dengan memanfaatkan teknologi serta semangat untuk terus berinovasi, menjadi kunci agar mampu bersaing di skala global.

Pihaknya mengakui bahwa pertanian di masa depan akan lebih berorientasi pada modernisasi model pertanian dan akan lebih banyak menggunakan alat dan mesin yang berdampak pada berkurangnya tenaga manusia di sektor pertanian. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: