Peringati Hari Krida Pertanian, Kementerian Pertanian Gelar Agrivaganza

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Juli 2019   15:30 WIB

Komentar
Peringati Hari Krida Pertanian, Kementerian Pertanian Gelar Agrivaganza

Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono, ketika membuka kegiatan Agrivaganza 2019, Kamis (11/7/19). (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan Agrivaganza 2019. Tahun ini tema Adrivaganza yang diusung yakni “SDM dan Infrastruktur Menuju Pertanian Berdaya Saing”.

“Peringatan Hari Krida 2019 juga dijadikan ajang evaluasi diri guna meningkatkan kinerja Kementerian Pertanian lebih baik lagi. Ia menambahkan, pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia yang mumpuni turut menjadi faktor penting dalam upaya mewujudkan misi-misi Kementerian Pertanian,” jelas Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono, ketika membuka kegiatan Agrivaganza di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Agrivaganza 2019 sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali sasaran strategis Kementerian Pertanian agar tetap on the track, sembari mengundang masyarakat umum untuk mengenal serta mengimplementasikan pertanian dalam kesehariannya. Sementara itu, bagi masyarakat, Agrivaganza merupakan kegiatan edukasi untuk mengembangkan produk pertanian dan akhirnya mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku agribisnis terutama para petani atau produsennya.

Baca Lainnya : Kementan Dorong Bisnis Peternak Puyuh di Indonesia

"Hari Krida Pertanian adalah hari untuk bersyukur dan menikmati capaian-capaian Kementerian Pertanian yang betul-betul dinikmati oleh para petani. Ini tema yang luar biasa menarik. Memang tidak bisa dipungkiri, apapun programnya mulai dari mewujudkan kedaulatan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, maupun merealisasikan misi menjadi lumbung pangan dunia pada 2025, kuncinya adalah kualitas Sumber Daya Manusianya,” ungkapnya kembali.

Selain itu, Momon juga mengakui pentingnya peran generasi milenial untuk mewujudkan pertanian modern yang terintegrasi dengan teknologi. Mengingat salah satu misi Kementan adalah untuk menjadi lumbung pangan dunia pada 2025. Maka dengan memanfaatkan teknologi serta semangat untuk terus berinovasi menjadi bahan bakar agar mampu bersaing di skala global.

“Ke depannya pertanian akan lebih berorientasi pada modernisasi model pertanian dan akan lebih banyak menggunakan alat dan mesin yang notabene akan berakibat berkurangnya tenaga manusia di sektor pertanian. Tetapi di sini lah, dibutuhkan generasi milenial yang mempunyai kompetensi yang luar biasa. Jumlah boleh berkurang, tetapi SDM nya profesional dan siap menghadapi tantangan global. Hal itu juga menjadi salah satu fokus kami guna meningkatkan kualitas SDM serta pengaplikasian teknologi pertanian,” pungkasnya. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

7 Pesan Jokowi kepada Kabinet Indonesia Maju

Peristiwa   23 Okt 2019 - 17:58 WIB
Bagikan: