BNPB Gelar Bimtek Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan di Makassar

TrubusNews
Thomas Aquinus
11 Juli 2019   12:30 WIB

Komentar
BNPB Gelar Bimtek Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan di Makassar

Bimbingan teknis terkait penanggulangan bencana bagi wartawan (Foto : Trubus.id/Kontributor MAS)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Bimbingan Teknis terkait Penanggulangan Bencana bagi awak media di Kota Daeng, Makassar, 9 hingga 11 Juli. Ada 45 peserta ikut dalam gelaran ini.

Bimtek yang dihadirkan bersifat edukatif. Tidak sekadar teori di dalam kelas, namun juga memberikan praktik lapangan. Khususnya saat turun di lokasi bencana.

Kabid Humas BNPB, Rita Rosita S mengatakan, melalui Bimtek ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan awak media saat turun meliput di lokasi bencana. Sekaligus membangun sinergi antar BNPB dengan jurnalis di Sulawesi Selatan.

Baca Lainnya : Masuk Wilayah Bencana, Warga Karawang Diberi Pelatihan Siaga Banjir

"Meliput di lokasi bencana perlu survive," akunya.

Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani saat membuka kegiatan Bimtek Wartawan menyebutkan, wilayah Indonesia setiap tahun berpotensi terjadi bencana. Oleh sebab itu perlu upaya preventif untuk mengantisipasi hal tersebut.

Masyarakat di Sulsel harus bersiaga. Dikarenakan, bencana bisa kapan saja datang. "Buat masyarakat tangguh dengan berita edukatif," tambahnya. 

Sementara itu, Instruktur BNPB, Rey Herawati menuturkan, apabila seseorang termasuk wartawan langsung merasakan bencana, misalnya gempa, tidak perlu kaget berlebihan apalagi panik.

Baca Lainnya : Kasus Kecelakaan Meningkat, 60 Nelayan Tradisional Singkawang Diberi Pelatihan Keselamatan

"Harus tetap tenang. Lakukan perlindungan diri pada saat pra, intra, dan pasca," ucap Rey.

Di hadapan peserta, Rey mempraktikkan tata cara perlindungan diri saat gempa terjadi. Baik gempa horizontal, maupun vertikal.

Untuk simulasi lapangan digelar di Pantai Akkarena. Di area tersebut, para jurnalis menjalani serangkaian kegiatan, berupa pendirian tenda pengungsi, pemberian bantuan hidup dasar, aktivitas di dapur lapangan, hingga pemberian pertolongan kepada korban saat di air. [MAS]/[NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: