Arsitektur Berkearifan Lokal Merupakan Aset Terbesar Indonesia

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
11 Juli 2019   10:00

Komentar
Arsitektur Berkearifan Lokal Merupakan Aset Terbesar Indonesia

Ilustrasi arsitektur kearifan lokal (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kementerian Pariwisata Anneke Prasyanti menyampaikan bahwa arsitektur berkearifan lokal di Indonesia juga merupakan aset terbesar untuk kawasan Asia karena Indonesia merupakan negara yang terdiri dari bermacam-macam suku dan budaya.

Selain itu, arsitektur berkearifan lokal juga terbukti tahan terhadap gempa saat mengguncang Lombok beberapa waktu lalu.  Disampaikannya bahwa rancang bangun arsitektur pondok wisata di 10 destinasi pariwisata saat ini sudah memprioritaskan ketahanan terhadap gempa

"Ada titik-titik rawan bencana yang memang tidak boleh dibangun karena ketidakstabilan tanah atau jarak yang terlalu dekat dengan ombak," kata Anneke di Jakarta, Rabu (10/7).

Baca Lainnya : Jokowi Optimis Rumah Tahan Gempa Seperti di Jepang, Cocok untuk Warga Lombok

Anneke menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyosialisasikan tentang perihal tersebut kepada pelaku pariwisata di daerah-daerah. Dirinya menilai, arsitektur pondok wisata yang ada saat ini memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap gempa.

Bahkan, berdasarkan pengamatannya di Lombok beberapa waktu lalu saat terkena bencana gempa, semua rumah arsitektur asli Indonesia sudah tahan gempa.

"Teman-teman di Lombok sudah paham itu. Data di Lombok, 560 orang meninggal dunia karena tertimpa tembok bata atau batako. Sementara itu, rumah Lombok yang asli terbuat dari papan itu aman. Itu 300 rumah totalnya," kata Anneke.

Oleh sebab itu, menurut Anneke, arah pembangunan berikutnya yang paling dimungkinkan saat ini bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) akan mengangkat lagi kearifan lokal karena ketahanannya lebih tinggi terhadap gempa.

Baca Lainnya : Jokowi Terbang ke NTB Tinjau Pembangunan Rumah Tahan Gempa

"Kalau rumah panggung dan rumah kayu itu ikut bergoyang bersama gempa. Orang di dalamnya aman. Kayak Lalu Muhammad Zohri itu rumahnya aman, kanan-kirinya hancur karena dia punya rumah kayu. Yang lain pakai bata," ujarnya dikutip Antaranews.

Kemenpar saat ini menargetkan pembangunan 10.000 kamar pondik wisata pada tahun ini. Pada saat ini kurang lebih sudah teralisasi sebanyak 4.776 kamar di seluruh Indonesia. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: