Indonesia Jajaki Pasar Ekspor Bunga Krisan ke Jepang

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
10 Juli 2019   16:30

Komentar
Indonesia Jajaki Pasar Ekspor Bunga Krisan ke Jepang

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi mengatakan Kementerian Pertanian terus memacu peningkatan produksi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya tanaman hias yang memiliki potensi pasar ekspor yang terbuka lebar. Dalam waktu dekat ini Kementerian Pertanian bersama Pengurus Wilayah Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (PW LPPNU) Jawa Timur tengah menjajaki pasar ekspor bunga krisan ke Jepang.

Seperti diketahui, Indonesia sangat kaya akan komoditas tanaman hias. Terdapat 173 jenis tanaman hias dengan ribuan jenis varietas yang tersebar di berbagai daerah, sehingga ekspor komoditas tanaman hias Indonesia memiliki peluang ekspor yang begitu besar.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kita targetkan tanaman hias yang petani produksi berkualitas ekspor agar pendapatan petani dan negara meningkat. Ini pasti bisa karena tanaman hias kita memiliki daya saing yang tinggi di pasar dunia. Keunggulan lainnya, tanaman hias kita bisa memberikan kasih sayang bagi para pecinta bunga,” kata Suwandi dalam keterangan persnya yang diterima Trubus.id di Jakarta, Rabu (10/7).

Baca Lainnya : Kementan Dorong Bisnis Peternak Puyuh di Indonesia

Pada Maret 2019 lalu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor bunga Krisan ke Jepang sebanyak 14 juta stek di Cianjur Jawa Barat.

Data BPS menyatakan, total ekspor komoditas hortikultura tahun 2018 sebesar 435.328 ton senilai Rp 6,27 triliun. Khusus ekspor bunga Krisan, di tahun 2018 sebesar 59,1 ton, senilai Rp11,7 miliar dan tanaman hias 2018 sebesar 4.675 ton. Selain Jepang, tujuan ekspor krisan selama ini ke Kuwait, Malaysia dan Singapura.

“Tim LPPNU Jatim dengan difasilitasi Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian dan Badan Karantina Kementerian Pertanian akan berangkat ke Jepang dengan membawa sampel Bunga Krisan dari Green House binaan. Permintaan sementara, per minggu mencapai 100 ribu per pekan. Semoga semuanya lancar dan deal, jika itu terjadi maka itu angka yang besar dan tidak mungkin bisa terpenuhi dengan beberapa Green House saja,” jelas Ketua PW LPPNU Jatim, Ghufron Ahmad Yani.

Baca Lainnya : Kementan: Neraca Perdagangan Durian Lokal Surplus

Lebih lanjut dirinya menjelaskan ekspor bunga Krisan merupakan bentuk nyata eksistensi LPPNU yang tidak sebatas mengadvokasi petani, namun sekaligus mencarikan solusi bagi produk yang dihasilkan petani agar memberikan nilai tambah atau keuntungan yang lebih besar sehingga petani semakin sejahtera dan komoditasnya berdaya saing hingga di pasar dunia.

Oleh karena itu, kata Yani, sambil menunggu proses di Jepang yang juga dibantu Kedutaan Indonesia di Jepang, pihaknya sedang mendata kawasan-kawasan yang bisa dikembangkan budidaya Bunga Krisan di Jatim. Selain Batu dan Pasuruan yang selama juga sudah ada, Jember dan Banyuwangi, serta Jawa Timur sebelah barat akan dikembangkan juga.

“Tim ahli dan peneliti pengembangkan Bunga Krisan, sudah disediakan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Sebetulnya untuk pasar lokal, banyak petani yang merasa kewalahan memenuhi permintaan apalaguli pada musim hajatan pernikahan. Namun apabila dibuka peluang ekspor juga, maka semangat petani akan bertambah,” bebernya.

Baca Lainnya : Kementan dan TNI Kawal Petani yang Terdampak Kekeringan

Yani menyebutkan harga bungan Krisan biasanya per ikat dengan isi 10 batang harganya Rp 13.000 namun pada saat-saat banyak hajatan bisa meningkat menjadi Rp 15.000 hingga Rp. 20.000 per ikat. Bunga Krisan yang diminta Jepang hanya 2 varietas saja, yakni yang vaforit warna kuning nama varietasnya Puspita Nusantara dan warna putih nama varietasnya Kinanti.

"Budidaya bunga krisan ini mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Memang dibutuhkan kemapuan tertentu dan hanya bisa ditanam pada katinggian tertentu, oleh karena itu LPPNU Jatim akan memberikan pendampingan budidayanya,” tandasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: