Dorong Penggunaan Energi Baru Terbarukan, Perhutani Kembangkan Industri Biomassa

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
09 Juli 2019   21:30

Komentar
Dorong Penggunaan Energi Baru Terbarukan, Perhutani Kembangkan Industri Biomassa

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sebagai salah satu langkah partisipasi aktif dalam mendorong penggunaan energi baru terbarukan di dunia, tahun ini Perum Perhutani mulai memfokuskan pengembangan unit bisnis industri tanaman biomassa sebagai bahan baku penghasil bioenergi.

Direktur Utama Perhutani, Denaldy Mulino Mauna, mengatakan, area pertanaman tumbuhan biomassa bakal dilakukan lahan milik Perhutani seluas 122 ribu hektare. Lahan yang kosong dan tidak produktif diprioritaskan untuk menjadi kawasan tanaman biomassa. 

Denaldy menyebutkan, bisnis tersebut seyogyanya juga diprioritaskan sebagai basis perluasan ekspor komoditas dan diyakini akan menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan mulai 2025 mendatang. 

"Pemain biomassa di dunia saat ini masih kecil. Lima tahun ke depan kita akan fokus mengembangan bisnis ini," kata Denaldy seperti dilansir dari Republika, Selasa (9/7). 

Ia menyampaikan, pada tahun 2019, Perhutani telah memulai penanaman tumbuhan biomassa di lahan seluas 20 ribu hektare dari total target 122 ribu hektare. Dari luas tanam itu, produksi kayu biomassa diprediksi sebesar 52.500 ton. Namun, pada tahun pertama penanaman diakui belum dapat menghasilkan wood pellet yang menjadi bahan baku pembuatan bioenergi. 

Meski begitu, Denaldy mengatakan, produksi kayu biomassa tersebut sudah dapat di eskpor ke Korea dan Jepang dengan perkiraan pendapatan sebesar Rp1,6 miliar. Dua negara itu menjadi pasar utama kayu biomassa karena dibutuhkan sebagai bahan baku pembangkit energi baru terbarukan. Sebagai catatan, wood pellet dapat digunakan untuk substitusi batu bara sebagai penghasil listrik. 

Denaldy menegaskan, Perhutani fokus pada pencapaian target di tahun 2025. Pada tahun tersebut, dari luas pertanaman 122 ribu hektare akan dihasilkan 3,05 juta kayu biomassa yang akan dikonversi menjadi 2,03 juta ton wood pellet. 

"Kita harapkan dalam waktu lima tahun ke depan klaster tanaman biomassa dapat terbangun sesuai rencana. Dengan begitu, tercipta tambahan pendapatan sebesar Rp 3,5 triliun. Sekitar 85 persen dari pendapatan itu disumbang dari ekspor wood pellet," kata Denaldy. 

Project Management Unit Biomassa Perhutani, Citasari menambahkan, industri biomassa bakal menjadi unit bisnis yang bisa menghasilkan pendapatan dalam waktu cepat. Sebab, untuk tanaman biomassa sejatinya hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk siap diolah menjadi wood pellet. Adapun jenis tanaman biomassa yang digunakan Perhutani yakni Gamal dan Kaliandra.  

Ia menjelaskan, keuntungan lainnya dari tanam biomassa yakni, pascadilakukan penebangan tidak lagi diperlukan penanaman bibit. "Istilahnya short rotation coppice. Setelah dia ditebang, maka akan tumbuh lagi dan menjadi lebih luas tanpa kita menanam bibit baru," katanya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: