Pembangunan Dua Bendungan di Sulut Diharapkan Topang Pertanian

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
09 Juli 2019   13:30

Komentar
Pembangunan Dua Bendungan di Sulut Diharapkan  Topang  Pertanian

Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara (Foto : Kementerian PUPR)

Trubus.id -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang  menyelesaikan pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara dan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, bahwa dua bendungan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 65 bendungan. Keberadaan bendungan diharapkan bisa menjadi sumber irigasi lahan pertanian.

"Saat ini dari 7,30 juta hektare lahan irigasi, hanya 11% yang mendapatkan jaminan air dari bendungan. Dengan selesainya 65 bendungan nanti diharapkan bisa meningkat menjadi 19 persen 20 persen," ujar Basuki melalui siaran tertulis, Selasa (9/7/2019).

Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,37 juta meter kubik dan luas genangan 139 hektare dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp1,46 triliun. Saat ini progresnya telah mencapai 46 persen dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020.

Baca Lainnya : Dua Bendungan Baru di Bali Akan Menjadi Penopang Pertanian dan Pariwisata

Bendungan ini bermanfaat bagi pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit banjir 470 meter per detik, di mana Kota Manado pernah mengalami banjir bandang pada tahun 2014.

Kemudian penyediaan air baku untuk Kota Manado, Kecamatan Kalawat, Kota Bitung dan KEK Bitung sebesar 4,5 meter per detik, PLTM dengan kapasitas 2 x 0,70 MW serta pengembangan pariwisata.

Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sulawesi Sungai I Direktorat Sumber Daya Air (SDA) juga menganggarkan Rp52,5 miliar untuk membangun pengendalian banjir pada empat sungai di Kota Manado. Pengerjaannya dibagi tiga paket, yakni paket persiapan yang meliputi desain dikerjakan tahun 2019 dengan biaya Rp2 miliar, paket dokumen lingkungan Rp500 juta dan paket fisik Rp50 miliar pada tahun 2020.

Sementara Bendungan Lolak dengan kapasitas tampung 16,10 juta meter kubik dan luas genangan 97,46 hektare yang berguna untuk sumber air daerah irigasi seluas 2.214 hektare, penyediaan air baku 500 liter per detik dan pembangkit tenaga listrik sebesar 3,3 MW. Pembangunannya telah dimulai pada tahun 2016 dengan biaya sebesar Rp1,71 triliun. Konstruksi Bendungan Lolak ditargetkan rampung tahun 2021.

Selain itu pembangunan Embung Wanua Ure di Kabupaten Minahasa Utara dengan biaya Rp6,6 miliar pada masa pelaksanaan tahun 2018. Embung ini memiliki kapasitas tampung 31,1 meter kubik, luas genangan 9,9 meter persegi, dan bermanfaat untuk penyediaan air baku sebesar 8 liter per detik dan irigasi seluas 5 hektare.

Kementerian PUPR sejak tahun 2016 juga secara bertahap telah melaksanakan kegiatan revitalisasi 10 danau dari 15 danau kritis yang menjadi prioritas nasional untuk ditangani, salah satunya adalah Danau Tondano di Kabupaten Minahasa.

Danau Tondano memiliki volume tampung 668,6 juta per meter persegi dan luas 4.616 hektar, dimana sekitar 500 hektar digenangi eceng gondok. Luasnya pun mengalami penyusutan, dimana pada tahun 1992 luasnya sekitar 4.800 hektar, sehingga dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah menyusut 184 hektar.

Kedalaman danau dari semula 4,3 meter setelah dilakukan pengerukan sendimen menjadi 14 meter. Total anggaran sebesar Rp30 miliar yang dibagi dalam 2 tahap, yakni tahun 2019 sebesar Rp10 miliar dan tahun 2020 sebesar Rp20 miliar.

Baca Lainnya : Tak Hanya Mengairi 139 Hektare Sawah, Bendungan Rotiklot Jadi Destinasi Wisata Baru

Sebelumnya Kementerian PUPR telah menyelesaikan revitalisasi Sungai Tondano yang menjadi sumber air Danau Tondano. Biaya pengerjaannya sebesar Rp108,6 miliar dengan masa pelaksanaan tahun 2016-2018.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: