Meski Aktivitasnya Mulai Menurun, Status Gunung Merapi Masih Waspada

TrubusNews
Astri Sofyanti
09 Juli 2019   12:30 WIB

Komentar
Meski Aktivitasnya Mulai Menurun, Status Gunung Merapi Masih Waspada

Guguran awan panas di puncak Gunung Merapi (Foto : ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Trubus.id -- Berdasarkan periode pengamatan sejak Senin (8/7) pukul 18.00 WIB hingga Selasa (9/7) pukul 06.00 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat empat kali guguran lava Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Melalui akun Twitter resminya, BPPTKG mencatat jarak luncur guguran lava yang terpantau pada periode tersebut yakni 550-950 meter mengarah ke hulu Kali Gendol. Sementara itu pengamatan visual menggunakan CCTV, puncak Gunung Merapi dapat teramati dari pos pengamatan Jrakah, Babadan, Selo, dan Kaliurang.

Baca Lainnya : Pagi Tadi Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,1 Kilometer ke Hulu Kali Gendol

Dituliskan BPPTKG, visual Gunung Merapi sejak pagi ini kurang bisa teramati dari pos Ngepos karena kabut. BPPTG juga merilis laporan aktivitas Gunung Merapi periode 8 Juli 2019 dari pukul 00.00-24.00 WIB.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa telah terjadi guguran lava sebanyak 11 kali ke arah tenggara atau Kali Gendol, dengan kecepatan jarak luncur berkisar 400-1000 meter.

Meski begitu, Kepala BPPTKG, Yogyakarta Hanik Humaida dalam keterangan resimnya mengungkapkan bahwa pertumbuhan volume kubah lava yang cenderung menurun, jumlah guguran juga mengalami penurunan. Guguran sehari sekitar 20 kali dari sebelumnya yang mencapai lebih dari 20 kali.

Baca Lainnya : Minggu Pagi, Gunung Merapi Luncurkan Satu Kali Guguran Lava

“Jumlah kegempaan akibat guguran juga menurun. Sementara gugurannya juga cenderung menyusut. Guguran ini bersumber dari material kubah lava yang dipengaruhi oleh dorongan gas dari perut Merapi," jelasnya.

BPPTKG menegaskan bahwa aktivitas Gunung Merapi mulai menurun. Meski begitu, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi, level II (waspada) mengingat masih ada aktivitas guguran lava dan pertumbukan kubah lava meski kecil. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: