Balitbang Kementan Siapkan Teknologi Hadapi Dampak Kekeringan

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Juli 2019   13:30 WIB

Komentar
Balitbang Kementan Siapkan Teknologi Hadapi Dampak Kekeringan

Ilustrasi kekeringan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pada musim kemarau 2019, pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus berupaya mengoptimalkan lahan-lahan kering untuk tetap memproduksi beras. Pada musim kemarau yang tengah terjadi sekarang, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian menghasilkan benih padi khusus untuk lahan kering.

Kepala Badan litbang Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) Fadjry Djufry mengatakan, Balitbang telah meyiapkan teknologi terkait mitigasi dampak kekeringan musim kemarau 2019. Artinya lahan kering juga berpotensi menghasilkan beras yang berkualitas meski saat musim kemarau sekalipun.

“Kita sudah menyiapkan varietas unggul baru, seperti padi inpara, inbrida padi lahan rawa, untuk lahan-lahan rawa dan padi inpago (inbrida padi gogo). Ini sdudah berkembang di beberapa lokasi di Sumatera selatan, sulawesi selatan, dan juga kalimantan selatan,” ujarnya saat ditemui Trubus.id di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (8/7).

Baca Lainnya : Kementan Ajak Masyarakat Waspadai 15 Zoonosis Prioritas

Dirinya mengakui bahwa dengan menanam varietas-varietas tersebut, dalam dua minggu usai penanaman benih bisa beradaptasi dengan musim kemarau.

Selain itu, ia juga telah memetakan sejumlah wilayah yang bisa ditanamani padi gogo. “Bahkan wilayah-wilayah yang ketersediaan airnya cukup dan bisa dioptimalkan juga akan kita sasar,” urainya.

“Kita punya lahan rawa yang melimpah, kalaupun ada kekeringan, varietas yang kita miliki seperti inpra tetap bisa kita optimalkan,” ungapnya lagi.

Baca Lainnya : Dorong Ekspor, Kementan Tingkatkan Daya Saing Pelaku Usaha Sektor Peternakan

Meski tengah memasuki musim kemarau, ia menyebutkan bahwa disejumlah daerah seperti Sumatera, Kalimantan dan Papua ketersediaan air masih tersedia. “Jadi ini yang kita dorong agar segera ditanami, sehingga terjadi peningkatan produktivitas baik padi, jagung ataupun kedelai,” tuturnya. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: