BMKG Ungkap Penyebab Gempa Dangkal di Ternate, Maluku Utara

TrubusNews
Thomas Aquinus
08 Juli 2019   09:00 WIB

Komentar
BMKG Ungkap Penyebab Gempa Dangkal di Ternate, Maluku Utara

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto : Dok BMKG)

Trubus.id -- Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa gempa bumi berkekuatan 7,0 skala richter (SR) di Ternate, Maluku Utara, merupakan jenis gempa dangkal.

"Adapun lokasi titik gempa berada di 0,53 LU – 126,18 BT didasar laut pada kedalaman 49 km berjarak 133 km arah barat Kota Ternate," Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di kantornya, Senin (8/7) dini hari.

Dijelaskannya, gempa tersebut terjadi lantaran deformasi kerak bumi pada lempeng laut Maluku. Gempa ini memiliki mekanisme sesar naik akibat adanya tekanan lempeng mikro Halmahera ke arah barat dan tekanan Sangihe ke arah timur. Akibatnya lempeng laut Maluku terjepit hingga membentuk double subdoction ke bawah Halmahera dan ke bawah Sangihe.

Baca Lainnya : Gempa M 7,1 di Sulut-Malut, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

BMKG juga secara resmi telah mencabut peringatan potensi tsunami pascagempa bumi magnitudo 7,0 di Ternate pada pukul 00.09 WIB. Peringatan tersebut dicabut setelah melakukan pemantauan muka air laut selama dua jam pada enam Stasiun Tide Gauge di Bitung, Tobelo, Ternate, Taliabu, Jailolo, dan Sanana.

"Peringatan dini potensi tsunami diakhiri pada pukul 00.09 WIB Senin dini hari. Setelah pemantauan dan monitoring selama dua jam tidak adanya anomali," katanya.

Baca Lainnya : Gubernur California Nyatakan Status Darurat Setelah Gempa 7,1 Melanda

Sebelumnya, pascagempa bumi, pihaknya langsung memantau sejumlah wilayah yang berpotensi tsunami, yakni Minahasa Selatan dan Minahasa Utara bagian selatan. Namun demikian, BMKG tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai terhadap gempa susulan.

"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh atas isu yang tidak benar. Pastikan informasi resmi dari BMKG yang disebarkan melalui kanal yang sudah terverifikasi yaitu Instagram, Twitter, dan website," ujarnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: