Pengamat Menilai, 3 Cara Ini Efektif Kualitas Udara di Jakarta

TrubusNews
Syahroni
07 Juli 2019   22:00 WIB

Komentar
Pengamat Menilai, 3 Cara Ini Efektif Kualitas Udara di Jakarta

Polusi udara di Jakarta sudah dalam tahap membahayakan kesehatan. (Foto : Romeo Gacab/ AFP)

Trubus.id -- Situs penyedia peta polusi daring untuk kota-kota besar di dunia, AirVisual memasukan nama Jakarta dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuknya. AirVisual menyebut, kualitas udara di Ibu Kota tidak sehat untuk pernapasan. 

Menanggapi kondisi ini, Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan, angkat bicara, Ia menilai, program uji emisi yang akan dilakukan Pemprov DKI sudah terlambat.

Baca Lainnya : Polusi Udara Jakarta Jadi yang Terburuk di Dunia, Ini Respon Gubernur DKI

"Jika saat ini Gubernur Jakarta Anies Baswedan baru bicara akan melakukan kebijakan uji emisi bagi kendaraan bermotor mulai tahun 2020, itu terlambat dan tidak mengetahui regulasi pengendalian pencemaran udara dalam Perda Nomor 2/2005," ujar Tigor dilansir dari okezone.com, Minggu (7/7).

Tigor mengatakan, urusan kebijakan pengendalian pencemaran udara di Jakarta sudah diatur dalam Perda Nomor 2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara di Jakarta. Dalam Perda tersebut sudah diatur bahwa kendaraan wajib melakukan uji emisi setiap bulan sekali secara rutin. Tujuan kebijakan uji emisi ini adalah untuk mengendalikan emisi gas buang kendaraan bermotor agar tidak menambah polusi udara Jakarta.

Baca Lainnya : Anies Sebut Kemarau Pengaruhi Kualitas Udara di Jakarta, Ini Tanggapan BMKG

Menurut Tigor, peningkatan kualitas udara Jakarta dapat dilakukan dengan kembali menghijaukan kota Jakarta dengan menanam kembali tumbuhan yang mampu menyedot polusi udara di sekitarnya.

"Jadi jika ingin mengurangi polusi udara atau meningkatkan kualitas baik udara Jakarta, langkah yang harus dilakukan adalah pertama, melakukan penegakan terhadap Perda Nomor 2/2005. Kedua, mencairkan kemacetan di kota Jakarta. Ketiga Menghijaukan kembali kota Jakarta dengan tanaman kota," tuturnya.

Tigor melihat penyebab tingginya polusi udara di Jakarta, salah satunya berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Adapun tingginya emisi gas buang kendaraan bermotor diakibatkan oleh kemacetan Jakarta yang sudah akut. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: