Polusi Udara di Jakarta Kian Memburuk, Aktivis Tuntut Presiden Jokowi

TrubusNews
Syahroni
04 Juli 2019   20:00 WIB

Komentar
Polusi Udara di Jakarta Kian Memburuk, Aktivis Tuntut Presiden Jokowi

Asap polusi udara terlihat jelas dari ketinggian. (Foto : REUTERS/Willy Kurniawan)

Trubus.id -- Kelompok lingkungan menggugat presiden Indonesia dan beberapa pejabat pemerintah pada hari Kamis (4/7) atas memburuknya kualitas udara di ibukota, Jakarta, salah satu kota paling padat di dunia.

Jakarta secara konsisten menempati peringkat di antara 10 kota paling tercemar di dunia, menurut Air Visual, sebuah kelompok yang berbasis di Swiss yang memantau kualitas udara.

Baca Lainnya : Anies Sebut Kemarau Pengaruhi Kualitas Udara di Jakarta, Ini Tanggapan BMKG

Tingkat polusi di kota lebih dari 10 juta telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir hingga hampir lima kali lipat dari yang direkomendasikan oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA).

"Kami menuntut pemerintah sehingga mereka akan menyelidiki dari mana polusi berasal dan mengambil tindakan berdasarkan temuan mereka," kata juru kampanye iklim Bondan Andriyanu kepada wartawan di pengadilan negeri Jakarta Pusat dilansir dari Reuters.

Greenpeace dan Yayasan Bantuan Hukum Jakarta menuntut Presiden Joko Widodo, menteri lingkungan hidup dan menteri dalam negeri serta tiga gubernur di pulau Jawa, termasuk Jakarta. Sementara itu, perwakilan presiden dan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Baca Lainnya : Polusi Udara Jakarta Jadi yang Terburuk di Dunia, Ini Respon Gubernur DKI

Dalam beberapa minggu terakhir, level PM2.5 Jakarta - jumlah partikel kecil di bawah 2,5 mikrogram yang ditemukan di setiap meter kubik udara - telah mencapai setinggi 152. Apa pun di atas 35 dianggap "tidak sehat" oleh EPA.

Beberapa warga mengeluhkan masalah pernapasan. “Saya bisa melihat banyak kabut di malam hari,” kata Cintya Ladyana, 23 tahun, yang tinggal di lantai 25 sebuah gedung apartemen di Jakarta Barat. "Saya juga terserang flu dan batuk." turunya lagi. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: