Bupati Pacitan: Penularan Hepatitis A Terus Menurun

TrubusNews
Astri Sofyanti
03 Juli 2019   12:30 WIB

Komentar
Bupati Pacitan: Penularan Hepatitis A Terus Menurun

Virus Hepatitis A (Foto : Women's Health)

Trubus.id -- Penyebaran penyakit Hepatitis A beberapa hari belakangan ini sempat membuat heboh. Di Mana Bupati Pacitan, Jawa Timur, Indartato menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) setelah banyak laporan dari masyarakat terkait munculnya kasus penyebaran Hepatitis A.

Bedasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur per Senin (1/7) jumlah warga Pacitan yang terinveksi Hepatitis A mencapai 975 orang.

Lalu apa sebetulnya hepatitis A dan seberapa bahayanya?

Hepatitis A adalah infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus, ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar virus serta melalui kontak langsung. Selain itu, hubungan seksual juga bisa menjadi penyebab tertular hepatitis A jika melakukan seksual secara anal atau oral.

Baca Lainnya : Pacitan KLB Hepatitis A, Kemenkes Duga Pencemaran Air Media Penularannya

Virus ini juga terdapat pada feses pasien yang terinfeksi. Meski demikian, ia menegaskan, hepatitis A sebenarnya tak mudah menular.

Beberapa hari telah berlalu, Bupati Pacitan menyatakan jika penularan penyakit hepatitis A yang mewabah di wilayah Pacitan saat ini mengalami penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Saat ini penderita Hepatitis A hanya 18 orang, ada penurunan setiap harinya,” ucapnya di Pacitan, Jawa Timur, Rabu (3/7).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, penularan virus hepatitis A paling banyak terjadi pada 19 Juni lalu. Jumlah kasusnya sebanyak 103 dan terus mengalami penurunan. Dengan kondisi itu, Indartato menyatakan penyebaran wabah penyakit itu telah  mampu dikendalikan oleh pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan.

Baca Lainnya : Mengenal Penyakit Hepatitis A dan Cara Pengobatannya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Eko Budiono berujar wabah hepatitis A awalnya diketahui di Desa Sudimoro. Selang beberapa kemudian, sejumlah warga lain dinyatakan terserang penyakit serupa.

"Penyebarannya melalui makanan kemudian orang ke orang," ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa, sejak terjadi peningkatan penderira Hepatitis A, ratusan penderita Hepatitis A dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Darsono. Namun, hingga 1 Juli 2019, jumlah penderita yang dirawat hanya tinggal 30 orang. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: