17 Desa di Cilacap Terdampak Kekeringan, BPBD Perkirakan Masih Akan Terus Meluas

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Juli 2019   10:30 WIB

Komentar
17 Desa di Cilacap Terdampak Kekeringan, BPBD Perkirakan Masih Akan Terus Meluas

Warga mengantre untuk mendapatkan air bersih (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Musim kemarau yang tengah terjadi di Indonesia mengakibatkan sejumlah wilayah dilanda kekeringan ekstrem. Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang terdampak kekeringan cukup parah pada musim kemarau tahun ini.

Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap memprediksi bahwa dampak kekeringan di wilayah Cilacap akan terus bertambah.

“Berdasarkan laporan yang kami terima hingga 30 Juni 2019, wilayah terdampak kekeringan telah mencapai 17 desa yang tersebar di tujuh kecamatan,” kata kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy, mengutip Antaranews, Senin (1/7).

Baca Lainnya : BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Perburuk Kualitas Udara Perkotaan

Ia mengatakan dari tujuh kecamatan tersebut, kekeringan di Patimuan paling luas karena mencapai tujuh desa yang terdampak, disusul Kawunganten yang telah mencapai tiga desa.

Sementara kekeringan di Kecamatan Gandrungmangu dan Karangpucung masing-masing dua desa, sedangkan Kecamatan Kampung Laut, Jeruklegi, dan Bantarsari masing-masing satu desa.

“Jumlah warga di 17 desa yang terdampak kekeringan mencapai 7.123 keluarga atau 21.660 jiwa,” ujarnya.

Baca Lainnya : Musim Kemarau Jadi Kendala Utama Penanganan Longsor di Gunung Padang

Menanggapi kondisi ini, pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 36 tangki ke desa-desa yang membutuhkan dan telah mengajukan surat permohonan bantuan. Bantuan air bersih tersebut telah dialokasikan dari APBD Kabupaten Cilacap untuk tahun 2019 meskipun jumlahnya terbatas.

“Tahun ini, kami hanya mendapat alokasi bantuan air bersih dari APBD Kabupaten Cilacap sebanyak 110 tangki,” jelasnya lagi.

Ia mengaku khawatir alokasi bantuan air bersih tersebut tidak mencukupi kebutuhan karena di Kabupaten Cilacap terdapat 65 desa di 15 kecamatan yang rawan kekeringan maupun krisis air bersih.

Selain itu, BPBD juga menggandeng dunia usaha, instansi, maupun organisasi untuk ikut serta menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: