BMKG Tegaskan Fenomena Suhu Panas Timur Tengah Tak Berdampak ke Indonesia

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Juli 2019   09:45 WIB

Komentar
BMKG Tegaskan Fenomena Suhu Panas Timur Tengah Tak Berdampak ke Indonesia

Deputi Klimatologi BMKG, Herizal (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa fenomena suhu panas yang tengah melanda Timur Tengah tidak akan berdampak ke Indonesia. Hal tersebut ditegaskan oleh Deputi Klimatologi, BMKG Herizal.

Melalui pesan tertulisnya, Senin (1/7), Herizal mengatakan bahwa sistem sirkulasi udara yang menyebabkan Timur Tengah diterpa gelombang panas berbeda serta tidak mengarah ke Indonesia.

“Sangat kecil peluang suhu panas yang mencapai lebih dari 50 derajat Celcius terjadi di Indonesia,” jelas Herizal.

Baca Lainnya : Ini Kisah WNI Hadapi Gelombang Panas di Jerman

Seperti diketahui, gelombang panas yang tengah menerpa Timur Tengah terjadi akibat dari perluasan gelombang panas yang menyerang India sejak beberapa pekan lalu. Suhu panas tersebut terjadi di India, Pakistan, Afghanistan, Turkmenistan, Iran, dan Arab Saudi.

Lebih lanjut diakuinya, suhu udara di Indonesia tidak pernah mencapai 40 derajat Celsius sepanjang sejarah catatan BMKG. Ia menyatakan bahwa suhu udara tertinggi di Indonesia tercatat 39,4 derajat Celsius yang pernah terjadi di Semarang, Jawa Tengah pada 27 Oktober 2015 lalu.

“Suhu permukaan di wilayah-wilayah yang terpapar gelombang panas terukur bervariasi antara 34 derajat sampai 51 derajat Celcius,” ujarnya.

Baca Lainnya : Paris Dilanda Gelombang Panas di Atas 40 Derajat Celsius

Lebih jauh Herizal menjabarkan data Badan Meteorologi Dunia (WMO), suhu tertinggi tercatat di Stasium Basrah-Hussein (Irak) sebesar 50,4 derajat Celcius dan Stasiun Mitribah (Kuwait) sebesar 51,4 derajat Celcius pada 10 Juni 2019.

“Berdasarkan pola klimatologis, wilayah Timur Tengah memang memiliki suhu tinggi pada periode Juni, Juli, dan Agustus akibat posisi gerak semu tahunan matahari yang berada di belahan bumi utara,” pungkasnya. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: