Hadapi Kemarau, Petani Didorong Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

TrubusNews
Thomas Aquinus
30 Juni 2019   18:00 WIB

Komentar
Hadapi Kemarau, Petani Didorong Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Memasuki musim kemarau dan sebelum tanam padi, petani didorong segera memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menyampaikan, harga premi AUTP ini relatif sangat murah dan manfaatnya sangat besar bagi petani, terutama di musim kemarau seperti saat ini.

Dengan membayar premi Rp36 ribu/ha/musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dapat klaim (ganti) Rp6 juta/ha bila mengalami gagal panen.

“Sebelum mulai menanam sebaiknya didaftarkan asuransi dulu. Bayarnya gak mahal, karena disubsidi Pemerintah. Petani yang sawahnya kekeringan dapat ganti Rp6 juta per hektare,” kata Sarwo Edhy.

Baca Lainnya : Perpres No.38/2019: Nelayan dan Petani Sasaran Akan Dapat Mesin dan Tabung Gas LPG Gratis

AUTP merupakan cara Kementan melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT.

“Kami harapkan semua petani padi bisa mendaftar sebagai anggota AUTP. Karena harga preminya murah dan sangat bermanfaat,” ujarnya dikutip Fajar.

AUTP yang menjadi program Kementan premi asuransi tani tersebut sampai saat ini masih disubsidi pemerintah Rp144 ribu per hektare.

Namun, AUTP saat ini tak hanya diperuntukkan bagi petani yang lahan sawahnya berada di kawasan rawan bencana dan serangan OPT. Tetapi juga untuk petani yang lahan sawahnya aman dari bencana.

Baca Lainnya : Berdayakan Petani, Mahasiswa Unimed Ciptakan Produk Inovasi dari Limbah Kulit Nanas

Hal tersebut diberlakukan karena bencana atau serangan OPT tak bisa diduga. “AUTP ini akan terus kami sosialisaikan ke petani. Karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP, ” jelasnya. 

Data Kementan mengungkapkan, saat ini jumlah petani peserta AUTP dari tahun ke tahun terus meningkat. Tercatat,  dari target  1 juta ha, realisasi AUTP pada tahun 2018 tercapai 806.199,64 hektare, atau 80,62%. Sementara itu klaim kerugian yang diajukan petani mencapai 12.194 hektare atau sebesar 1,51%.

Hal tersebut sebagai indikator bahwa pengembangan AUTP tidak menemui banyak kendala. Dikatakan Edy, pembayaran klaim yang dilakukan PT Jasindo sampai saat ini berjalan lancar. Bahkan, untuk mempermudah pendaftaran dan pendataan asuransi, Kementan bersama PT Jasindo menerbitkan layanan berbasis online melalui Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP). [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: