Kakao Batang Siap Penuhi Target Ekspor Nasional

TrubusNews
Thomas Aquinus
29 Juni 2019   15:30 WIB

Komentar
Kakao Batang Siap Penuhi Target Ekspor Nasional

Cokelat (Foto : Trubus.id/Thomas Aquinus Krisnaldi)

Trubus.id -- Dengan meningkatnya produksi kakao di Wonokerso, Kecamatan Tulis yang dikelola PT Pagilaran Milik UGM, kakao Batang siap ambil peran dalam memenuhi target ekspor olahan coklat Indonesia tahun 2020 mendatang. 

Hal tersebut dikatakan langsung oleh GM Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT), Nur Muhib. Disebutkan, tahun 2017 lalu pabrik mampu memproduksi 60-70 ton biji polong, dan mengalami peningkatan hingga 160 ton.

“Dari tahun ke tahun produksinya terus mengalami peningkatan. Di tahun 2018, biji polong naik hingga 160 ton dengan luasan lahan 130 hektar. Dari Februari hingga juni ini kami mentargetkan akan memproduksi 150 ton olahan coklat,” ujarnya.

Baca Lainnya : Produksi Kakao Stagnan, Dua Hal Ini Bisa Jadi Solusi

Muhib meyampaikan, target tersebut diupayakan mampu mendukung ekspor olahan coklat Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Di tahun sebelumnya, produksi kakao di Indonesia hanya berkisar pada angka 400 ribu ton. Namun sekarang produksinya bisa mencapai hingga 800 Ribu ton.

“Bulan Juni ini sudah mencapai 260 ribu ton kakao yang diimpor Indonesia. Dan hasilnya pengolahan itu hampir 90 persen diekspor kembali. Dan 2020 nanti kita diharapkan bisa menembus pasar, pengolahan makanan berbasis coklat yang saat ini masih dikuasai Swiss, Belanda, Jerman, dan lainnya,” jelasnya seperti dilansir Fajar.

Maka, dengan peningkatan produksi saat ini, pihaknya optimis bisa memenuhi target ekspor. Sementara itu, untuk harga biji kakao di tingkat petani sendiri saat ini berkisar antara Rp 22-26 ribu per kilogram. Sedangkan harga minyak coklat sendiri mencapai 5.700 US Dolar per ton. [NN]


 
 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: