Diselamatkan dari Penyeludupan, 3 Orangutan dibawa ke Pusat Rehabilitasi dan Karantina

TrubusNews
Thomas Aquinus
29 Juni 2019   09:00 WIB

Komentar
Diselamatkan dari Penyeludupan, 3 Orangutan dibawa ke Pusat Rehabilitasi dan Karantina

Orangutan dibawa ke pusat rehabilitasi dan karantina (Foto : Trubus.id/Kontributor Reza Perdana)

Trubus.id -- Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan Yayasan Ekosistem Lestari melalui Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP) menerima toga orangutan di Pusat Rehabilitasi dan Karantina Orangutan yang dikelola oleh SOCP di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Dokter Hewan Senior YEL-SOCP, drh Yenny Saraswati mengatakan, ketiga orangutan tersebut merupakan hasil sitaan Bea Cukai Dumai bersama dengan TNI AL dan TNI AD. Ketiga orangutan tersebut rencananya akan diseludupkan ke Malaysia dengan menggunakan speedboat melalui Pelabuhan Rakyat di Kota Dumai, namun berhasil digagalkan. 

"Ketiga orangutan tersebut kemudian diserahkan kepada BKSDA Riau yang selanjutnya diserahkan kepada BBKSDA Sumut," kata drh Yenny, Jumat (28/6).

Baca Lainnya : Populasi 800 Ekor Orangutan Terancam Akibat Pembangunan PLTA Batang Toru

Saat ini ketiga orangutan tersebut telah diterima di Pusat Rehabilitasi dan Karantina Orangutan yang dikelola SOCP Sibolangit, dengan kondisi kelelahan karena perjalanan. Ketiga orangutan yang dimaksud adalah Digo, jantan berusia 2 bulan, Duma, betina berusia 1 tahun, dan Dupa, betina berusia 1,5 tahun. 

Untuk selanjutnya mereka membutuhkan penyesuaian, baik secara lingkungan baru dan kebiasaan dan bergabung dengan orangutan lain yang berada di Pusat Rehabilitasi dan Karantina untuk diarahkan dan dilatih agar mereka dapat kembali kepada keahlian mereka untuk akhirnya dapat hidup kembali ke alam liar. 

"Saat kami terima kondisi fisik ketiga orangutan terlihat agak stress, dengan status dehidrasi ringan. Dua orangutan dalam kondisi sangat kotor dan satu orangutan dalam kotak yang berisi kain-kain," sebutnya.

Baca Lainnya : Selundupkan Bayi Orangutan dan Satwa Langka, 3 WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Pemeriksaan kesehatan lanjutan akan dilakukan kepada orangutan untuk mengetahui status kesehatan. Pada kondisi alam, untuk umur ketiga orangutan ini seharusnya masih sangat bergantung pada induknya, salah satunya untuk susu sebagai asupan gizi.

"Kita sangat beruntung kondisi fisik ketiga orangutan tersebut masih tergolong stabil saat ditemukan sehingga proses rehabilitasi mereka di Pusat Karantina dan Rehabilitasi SOCP nantinya lebih mudah," sebut Manager Operational YEL-SOCP, Asril Abdullah.

Direktur SOCP, Ian Singleton mengungkapkan, pihaknya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bea Cukai Dumai dan aparat TNI AL dan TNI AD, yang telah berhasil menyelamatkan ketiga orangutan tersebut dari penyeludupan, dan juga kepada masyarakat yang turut membantu dengan memberikan informasi. 

Baca Lainnya : Lucunya Bintan, Bayi Orangutan Baru Lahir di Taman Safari Lagoi

"Harapan kami adalah semoga kedepannya mereka memiliki kehidupan yang panjang di alam liar dan memiliki keturunan yang dapat berkontribusi terhadap kelangsungan hidup spesiesnya di alam Sumatera," ungkapnya.

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi menyampaikan, orangutan adalah jenis satwa liar endemik Indonesia, yang statusnya sangat terancam punah dan dilindungi dibawah hukum Indonesia. 

"Membunuh, menangkap, memelihara dan menjual orangutan akan mendapatkan hukuman kurungan selama lima tahun dan denda sebesar Rp100.000.000," tegasnya. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: