Polusi Udara Jakarta Jadi yang Terburuk di Dunia, Ini Respon Gubernur DKI

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Juni 2019   10:30 WIB

Komentar
Polusi Udara Jakarta Jadi yang Terburuk di Dunia, Ini Respon Gubernur DKI

Polusi Udara di Jakarta (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara terkait pernyataan AirVisual yang menyebut bahwa polusi udara di DKI Jakarta menjadi yang terburuk di dunia. Merespon hal tersebut, Anies menilai bahwa salah satu penyebab utama polusi udara di Jakarta karena penggunaan kendaraan pribadi yang justru meningkat.

“Sumber terbesar masalah udara kita adalah kendaraan bermotor yang banyak di Jakarta,” kata Anies di Jakarta, Kamis (27/6).

Sebagaimana diketahui, Selasa (25/6) kemarin, situs penyedia data atau peta polusi di kota-kota di dunia, AirVisual, melaporkan tingkat polusi udara Jakarta terburuk di dunia.

Baca Lainnya : Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2019 dalam Bayang Kelam Polusi Udara

Bahkan, pada Rabu (26/6) pagi, AirVisual juga menyebutkan bahwa Jakarta menempati urutan pertama sebagai kota dengan polusi udara terburuk secara global.

AirVisual mencatat nilai air quality index (AQI) atau indeks kualitas udara Jakarta pada Rabu pagi kemarin sebesar 200 atau kategori unhealthy (tidak sehat). Sementara, pada Selasa pagi, angkanya mencapai 231 atau kategori very unhealthy (sangat tak sehat). AQI menjadi indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu wilayah.

Baca Lainnya : Anak-anak dan Ibu Hamil Kelompok Paling Rentan Terhadap Polusi Udara

Jika merunut sejarahnya, pada tahun 1998 silam, mayoritas masyarakat yang tinggal di Jakarta menggunakan transportasi umum untuk segala kegiatan. Tapi diakui Anies, kebiasaan tersebut sudah berubah. Ia menilai justru penggunaan kendaraan pribadi semakin meningkat.

Dirinya mengutarakan bahwa pemerintah perlu memfasilitasi masyarakat dan mengevaluasi kebijakan agar peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal bisa terwujud dengan baik.

Mantan Menteri Pendidikan ini mengatakan, bahwa pihaknya terus mengupayakan pengintergrasian antarmoda transportasi di Jakarta sehingga jangkauan angkutan umum ke masyarakat semakin mudah.

Baca Lainnya : 90 Persen Penduduk Bumi Menghirup Kontaminasi Polusi Setiap Hari

Menurut AirVisual, AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, seperti PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah. Rentang nilai AQI dari 0 sampai 500. Semakin tinggi nilainya, maka semakin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Kualitas udara buruk di Jakarta juga telah laporkan oleh data situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang memantau di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Kondisi udara di Jakarta pada Selasa pagi dalam keadaan tidak sehat. Dengan nilai konsentrasi parameter PM 2,5 sebesar 100 mikrogram per meter kubik, dan; pada siangnya masih berada dikisaran nilai 63. Untuk Rabu siang turun menjadi 40.

Keadaan polusi ini tidak sehat bagi masyarakat umum saat masuk kategori very unhealthy. Terlebih bagi orang-orang yang sensitif terhadap polusi udara. Mereka akan lebih rentan mengalami penurunan daya tahan tubuh ketika melakukan kegiatan di luar ruangan ketika polusi udara buruk.

Baca Lainnya : WHO: Setiap Tahun, 2,2 Juta Nyawa Melayang Karena Polusi udara

“Minimal kita harus cepat kembali ke 1998. Pada 1998, separuh penduduk di Jakarta mengunakan kendaran umum. Sekarang hanya 25 persen yang menggunakan kendaran umum, 75 persen memilih menggunakan kendaraan pribadi,” pungkas Anies. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: