KLHK Catat 508 Titik Panas Sepanjang Januari-Juni 2019

TrubusNews
Binsar Marulitua
27 Juni 2019   08:00 WIB

Komentar
KLHK Catat  508 Titik Panas Sepanjang Januari-Juni 2019

etugas gabungan memadamkan api di lahan gambut Bengkalis, Riau (KLHK) (Foto : Dokumentasi KLHK)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, total jumlah titik panas (hotspot) berdasarkan satelit NOAA pada tahun 2019 periode 1 Januari - 25 Juni sebanyak 508 titik.  Catatan tersebut mengalami penurunan pada periode yang sama tahun 2018 yakni sebanyak 685 titik. 

“Artinya terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 177 titik (25,84%) di semester awal 2019 ini,” jelas Plt. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan. 

Baca Lainnya : AWAS Kekeringan, BMKG Prediksi Musim Kemarau Berlangsung Sampai Desember 2019

Raffles menyampaikan, sebagai upaya pencegahan, KLHK telah melaksanakan patroli terpadu bersinergi dengan TNI, POLRI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di provinsi-provinsi rawan sejak bulan Maret lalu di wilayah Kalimantan dan juga di wilayah Sumatera. 

Patroli ini sebagai upaya deteksi dini terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan juga sosialisasi kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla.”

Pada hari Selasa (25/6/2019) tercatat terjadi karhutla di wilayah kerja Daops Banyuasin, yaitu di Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Pemadaman karhutla di wilayah tersebut dilakukan oleh Manggala Agni Daops Banyuasin bersama dengan TNI, POLRI, dan BPBD Ogan Ilir. Hingga tadi malam pukul 20.00, karhutla yang terjadi pada lahan gambut ini sudah dapat dipadamkan pada dua titik api, dan masih tersisa satu titik api yang belum berhasil dipadamkan. Pemadaman dilanjutkan kembali pada Rabu (26/6/2019).

Di tempat lain, Manggala Agni Daops Palangkaraya juga telah melakukan pemadaman karhutla yang terjadi di wilayah Sampit, tepatnya di Desa Tabiku, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah. Tim berhasil memadamkan api yang terjadi pada lahan seluas ± 0.5 Ha ini.

Pemadaman juga dilakukan pada kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) yang berlokasi di Hutan Bukit Kondo pada 23-24 Juni yang lalu. Vegetasi terbakar berupa rumput, alang-alang, edelweiss, bangsal dan cemara gunung. Pemadaman dilakukan oleh tim dari BTNGR, KPH Rinjani Timur, MPA, TNI, Polri, dan masyarakat.

Baca Lainnya : 5 Provinsi Berstatus AWAS Kekeringan, BMKG Minta Sektor Pertanian Waspada

Raffles mengatakan, bahwa secara rutin setiap hari, Manggala Agni juga melakukan pemantauan titik panas yang terdeteksi oleh satelit dan segera dilakukan pengecekan lapangan pada titik panas yang terpantau. Pengecekan lapangan ini untuk memastikan adanya karhutla pada lokasi yang terpantau titik panas (hotspot) agar dapat segera dilakukan upaya pemadaman dini sehingga api tidak meluas.

Sebagai langkah pengendalian karhutla ke depan, Raffles menyampaikan bahwa berdasarkan analisis dan prediksi BMKG bulan Juni hingga November 2019 kemungkinan terjadi elnino lemah. “Semua pihak terutama Manggala Agni agar lebih waspada di tingkat tapak untuk melakukan upaya-upaya pengendalian karhutla,” demikian arahan Raffles.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

BPOM Lepas Ekspor Temulawak ke Kamboja

Peristiwa   16 Des 2019 - 10:56 WIB
Bagikan:          

Kenapa Ular Kobra Muncul di Musim Penghujan?

Peristiwa   16 Des 2019 - 11:24 WIB
Bagikan:          
Bagikan: