Wujudkan Swasembada Bawang Putih, Kementan Gandeng 5 Lembaga Berikut Ini

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
26 Juni 2019   19:00

Komentar
Wujudkan Swasembada Bawang Putih, Kementan Gandeng 5 Lembaga Berikut Ini

Kementerian bersama lima lembaga pemerintah melakukan evaluasi wajib tanam dan evaluasi pelaksanaan peningkatan produksi bawang putih nasional di Yogyakarta, Rabu (26/6/19) (Foto : Dok.Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) bersama DPR, Satgas Pangan, KPK, KPPU dan Importir berkomitmen dan telah menetapkan peta jalan menuju swasembada bawang putih yang akan ditargetkan pada 2021 mendatang.

Sejak tahun lalu hingga 2020 mendatang, keenam lembaga ini akan fokus memproduksi benih bawang putih dengan luas tanam mencapai 20 ribu hingga 30 ribu hektare dan 2021 luas tanam lebih dari 90 ribu hektare. Untuk merealisasikan swasembada bawang putih, sebenarnya luas lahan yang dibutuhkan hanya 69.000 hektare, sementara potensi nasional mencapai 600.000 ribu hektare.

Terkait hal ini, Kementan bersama Komisi IV DPR RI, Satgas Pangan, KPK dan para importir berkomitmen untuk mensukseskan target swasembada bawang putih 2021. Anggaran pengembangan bawang putih untuk mencapai swasembada tersebut ada tiga sumber, yakni APBN, wajib tanam importir dan swadaya petani. Di tahun 2020, Kementan mengusulkan anggaran pengembangan bawang putih sebesar Rp1,6 triliun.

Baca Lainnya : Impor Sayuran Meroket pada Mei 2019, Bawang Putih Catat Kontribusi 69.8 Persen

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, tadi kami berdiskusi membahas evaluasi pengembangan program bawang putih baik dilakukan oleh APBN maupun wajib tanam 5 persen oleh importir dan mewujudkan swasembada yang ditargetkan 2021. Seluruh aspek juga sudah dibahas dan sesuai waktu bulan Maret 2018, itu ada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, tindak lanjut dari rapat ini sudah kami sampaikan kita komit menjalankan itu. Tadi kami sudah absen satu per satu, siapa yang berproduksi, ada yang 10 ton per hektar bahkan ada yang 20 ton per hektar seperti di Magelang. Kami mengapresiasi dan itu sangat bagus,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi dalam siaran pers yang diterima Trubus.id, Rabu (26/6).

Lebih lanjut Suwandi menyebutkan, program pengembangan bawang putih sudah menuai hasil yang bagus. Terbukti, luas tanam di tahun 2017 hanya 1.900 hektare dan di tahun 2018 naik menjadi 11 ribu hektare.

Sementara itu, tahun ini, luas tanam bawang putih ditargetkan 20 ribu hingga 30 ribu hektar dan tahun 2020 ditargetkan menjadi 40 ribu hingga 60 ribu yang semua hasil produksinya dijadikan benih untuk mendukung tercapai swasembada di tahun 2021.

Baca Lainnya : Kementan Tegaskan Kebijakan Wajib Tanam Bawang Putih Tetap Dipertahankan

Lebih lanjut Suwandi mengatakan kebutuhan bawang putih per tahun mencapai 570 ribu ton dan konsumsi per bulan sebesar 42 ribu ton. Oleh karena itu, pemerintah bersama pelaku usaha optimis dalam mewujudkan swasembada bawang putih 2021. Pasalnya, Indonesia mempunyai sentra produksi yang sesuai bawang putih tersebar di 200 kabupaten yang luasnya mencapai 600 ribu hektar.

Tahun 2019 ini, Kementan telah berhasil menggerakan 110 kabupaten dalam mengembangkan bawang putih. Daerah yang sudah eksis selama ini seperti Temanggung dan Sembalun dan masih banyak daerah lainnya seperti Sukabumi, Cianjur, Bandung, Tegal, Magelang, Karanganyar, Malang, Batu. Daerah di luar Jawa pun banyak yakni Solok, Enrekang, Karo, Humbang Hasudutan, Kerinci, Merangin, Minahasa Selatan, Bantaeng dan daerah lainnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pernah menyebut bahwa Kementan menjamin guna memperlancar penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dan pelaksanaan wajib tanam bawang putih 2019. Sebab, seluruh layanan proses penerbitan RIPH dilakukan secara professional, berintegritas dan tidak dipungut imbalan biaya sehingga RIPH diterbitkan setelah selutuh persyaratan dipenuhi.

Baca Lainnya : Peneliti Nilai Target Swasembada Bawang Putih Terlilit Beberapa Kendala

“Proses administrasi permohonan RIPH kami lakukan secara online. Jadi kami menghimbau para importir agar tidak menggunakan jasa perantara, backing, calo dan atau jasa pihak-pihak yang hanya akan merugikan importir sendiri,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi menegaskan pihaknya mendukung penuh kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran yang menargetkan tahun 2021 swasembada bawang putih. Oleh karena itu, Komisi IV DPR RI mendukung penambahan anggaran Kementan tahun 2020 khususnya untuk pengembangan tanaman bawang putih.

“Alasanya karena kami dari Komisi IV DPR RI merasa prihatin bahwa sebanyak 97 persen kebutuhan bawang putih dipenuhi dari impor. Padahal tahun 1995-1995 Indonesia tidak impor, karena swasembada. Makanya Komisi IV mendukung 2021 itu harus swasembada,” ujarnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: