Gandeng Peneliti Internasional, Menteri Basuki Dorong Pembentukan Pusat Penelitian Likuifaksi

TrubusNews
Binsar Marulitua
26 Juni 2019   15:30 WIB

Komentar
Gandeng Peneliti Internasional, Menteri Basuki Dorong Pembentukan Pusat Penelitian Likuifaksi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan pemaparan pertemuan 4th UN Special Thematic Session on Water and Disasters di Markas Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. (Foto : kementerian PUPR)

Trubus.id -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan  bencana gempa di Provinsi Sulawesi Tengah menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk meningkatkan perencanaan dan kesiapan infrastruktur serta kesiagaan masyarakat. Saat ini, Indonesia fokus pada pengembangan Pusat Penelitian terkait likuifaksi. 

"Indonesia saat ini tengah menaruh perhatian serius untuk mengembangkan Pusat Penelitian terkait likuifaksi dengan melibatkan banyak praktisi yang akan diberi nama 'Nalodo Center'. Kata 'Nalodo' berasal dari bahasa lokal di Kota Palu, Sulteng yang berarti terkubur lumpur atau tanah yang tenggelam," jelas Menteri Basuki saat  menghadiri pertemuan 4th UN Special Thematic Session on Water and Disasters di Markas Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, dalamketerangan tertulis yang diterima Kamis (26/6/2019). 

Menteri Basuki menjelaskan, tujuan utama dari dibentuknya Nalodo Center adalah untuk meningkatkan pemahaman terkait likuifaksi melalui penelitian yang maju dan inovatif, termasuk pengembangan dan penyebaran sistem teknologi canggih penanganan likufikasi.

Selain itu, sambung Menteri Basuki, untuk memperkaya dan penelitian berkualitas tinggi, diperlukan  kerjasama internasional yang lebih erat dalam membangun ketangguhan negara menghadapi bencana. 

“Saya ingin meningkatkan kesadaran dunia khususnya untuk negara-negara tertentu yang mungkin memiliki kondisi geologis serupa seperti Palu. Lewat pusat penelitian tersebut, diharapkan dapat dihasilkan penelitian likuifikasi yang semakin kaya dan berkualitas tinggi di seluruh dunia,” ujar Menteri Basuki.

Dari data pengeboran geoteknik dan analisis menunjukkan kondisi tipikal area yang terkena likuefaksi sebagai berikut (i) permukaan air tanah dangkal; (ii) terdapat lapisan akuifer tertekan; (iii) terdapat kemiringan permukaan tanah, walaupun sudut kemiringan sangat kecil (tanah tidak datar sempurna); (iv) lapisan endapan didominasi oleh tanah berpasir (tanah aluvial) dengan tingkat kepadatan rendah; (v) terdapat lapisan tanah mendatar dengan tingkat permeabilitas rendah (agak kedap).

Menteri Basuki juga hadir pada  pertemuan 4th UN Special Thematic Session on Water and Disasters di Markas PBB juga sebagai Wakil Ketua High-Level Experts and Leaders Panel (HELP) on Water and Disasters. 
HELP yang kini dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Korea Selatan Han Seung So merupakan salah satu panel tenaga ahli yang memberikan masukan bagi Sekretariat Jenderal PBB bidang pengelolaan sumber daya air dan penanggulangan bencana.

Pertemuan HELP dihadiri oleh para pengambil keputusan, pucuk  pimpinan pemerintahan, para ahli dan praktisi dari berbagai negara, seperti Jepang, Belanda, Korea Selatan, Australia hingga negara-negara Afrika.

Pertemuan HELP sekaligus merupakan forum untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam manajemen bencana, antara lain kejadian gempa bumi di Sulawesi Tengah pada akhir September 2018 yang diikuti dengan tsunami dan likuifaksi. Peristiwa fatalistik ini tengah menarik minat para anggota HELP untuk mengkaji lebih jauh.

Indonesia berada pada sabuk vulkanis (ring of fire) sehingga rentan dengan bencana gempa dan tsunami. Besar kerugian baik korban jiwa maupun materi yang dialami, membuat Pemerintah Indonesia tidak hanya fokus mencari penyebab bencana namun juga perlu mencari solusi lewat penelitian sebagai langkah mitigasi agar Indonesia lebih aman dan tangguh bencana.


 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Memberamo Tengah Papua

Peristiwa   23 Okt 2019 - 07:43 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: