Harga Ayam Hidup Anjlok, Ini Langkah Kementan Minimalisir Kerugian Peternak

TrubusNews
Astri Sofyanti
26 Juni 2019   13:30 WIB

Komentar
Harga Ayam Hidup Anjlok, Ini Langkah Kementan Minimalisir Kerugian Peternak

Kementerian Pertanian berupaya memulihkan harga ayam hidup yang tengah anjlok di Kementeria Pertanian, Rabu (26/6/19) (Foto : Dok.Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Menyikapi harga livebird farm gate (LB) (ayam hidup) yang saat ini tengah anjlok, karena berada di bawah harga acuan ketetapan Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian akan berupaya mengurai permasalahan tersebut dengan membantu para peternak untuk mencegah kerugian.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengelar pertemuan dengan Tim Analisa, Tim Asistensi, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ketua GOPAN, Sekjen GPPU, Perwakilan GPPU, Ketua PINSAR Indonesia, dan Perwakilan PPUN di Bogor.

Sugiono, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, pertemuan serupa telah dilakukan secara marathon pada tanggal 13, 14, 18, dan 24 Juni 2019, sebagai bukti upaya serius Kementan dalam membantu peternak mencari solusi bersama dalam menghadapi harga LB yang masih rendah di beberapa tempat, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Lainnya : Protes Harga Ayam Anjlok, Peternak di Yogya dan Solo Akan Bagikan Ribuan Ayam Gratis

Menanggapi hal tersebut, Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen PKH mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan petugas PIP per Selasa (25/6) harga rata-rata LB tingkat Nasional yakni Rp20.216 per kilogram.

Sementara harga rata-rata di Pulau Jawa saat ini berada dikisaran Rp11.327 per kg. Kemudian harga LB di Jawa Tengah dan Jawa Timur hanya dikisaran Rp8.845 dan Rp10.736. Sementara harga per kg daging ayam di tingkat konsumen di Jawa mencapai rataan Rp30.808, dan di Jateng dan Jatim sendiri berkisar di harga Rp29.600 dan Rp25.200, bahkan berdasarkan data dari Info pangan pada pantauan pasar di DKI Jakarta harga pada beberapa pasar pantauan Rp40.000.

Sebagaimana diketahui, jatuhnya harga ayam ras pedaging di Pulau Jawa, diperkirakan karena tidak semuanya produksi daging ayam ras terserap di pasar tradisional. Hal ini kemungkinan terjadi karena peternak memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan pasca idul fitri (adanya hajatan dan kegiatan lain). Namun harapan itu ternyata tidak terjadi sehingga produk menjadi melimpah.

Di samping itu perilaku penjualan daging ayam ras broiler dari hampir seluruh pelaku usaha ayam ras broiler masih bermuara di pasar tradisional dalam bentuk hot karkas dan LB sehingga rentan terhadap kelebihan pasokan dan permainan oleh pihak tertentu yang mengakibatkan disparitas harga yg besar antara produsen dan konsumen.

Baca Lainnya : Kontrol Populasi, Peternakan Ayam Tak Berizin di Jateng Akan Ditertibkan

Oleh karena itu Pemerintah mewajibkan pelaku usaha yang memiliki LB lebih dari 300.000 per minggu memiliki RPHU dan Cold Storage untuk menampung karkas dari RPHU.

Sesuai hasil dari beberapa pertemuan perunggasan sebelumnya serta sesuai dengan surat Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendagri tanggal 17 Juni 2019, para peternak (integrator, peternak mandiri, dan peternak UMKM) melakukan pembagian LB/karkas secara gratis kepada masyarakat khususnya masyarakat miskin dengan menggunakan dana CSR masing-masing. Pembagian ayam ini dilakukan di beberapa tempat yaitu di Semarang, Solo Raya, dan Yogyakarta.

I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan menegaskan bahwa upaya-upaya untuk membantu peternak dalam memulihkan harga LB terus dilakukan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Hal lanjutan yang akan dilakukan oleh Kementan adalah memastikan pelaksanaan afkir Parent Stock (PS) ayam ras broiler yang berumur di atas 68 minggu oleh seluruh pembibit PS ayam ras broiler selama 2 minggu dimulai tanggal 26 Juni sampai 9 Juli 2019 diikuti Pakta Integritas antara pemerintah dengan perusahaan pembibit PS ayam ras broiler tersebut.

Baca Lainnya : Kementan Tegaskan Data Produksi DOC Ayam Broiler Valid

“Evaluasi pelaksanaan kegiatan afkir akan dilaksanakan satu minggu setelah tenggat waktu, dan apabila harga LB masih belum sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan dalam Permendag Nomor 96 Tahun 2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Penjualan di Konsumen, maka akan dilakukan afkir PS ayam ras broiler berumur 60 minggu disertai evaluasi berkala sampai harga LB stabil sesuai acuan,” demikian dikatakan Ketut dalam keterangan pers yang diterima Trubus.id di Jakarta, Rabu (26/6).

Pihaknya telah memerintahkan agar pelaku usaha perunggasan yang telah memenuhi ketentuan Pasal 12 Ayat (1) Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, untuk meningkatkan kapasitas pemotongan di RPHU sampai 30 persen dari jumlah produksi LB internal.

“Kita juga akan segera mengeluarkan rencana aksi bersama penanganan ayam ras broiler secara menyeluruh hingga pasca panen yang melibatkan semua pihak terkait. Kita harapkan langkah-langkah strategis tersebut dapat segera mengembalikan harga LB sesuai dengan harga acuan Kemendag,” pungkasnya. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Memberamo Tengah Papua

Peristiwa   23 Okt 2019 - 07:43 WIB
Bagikan: