Polusi Udara di Johor Malaysia, 75 Siswa Kesulitan Bernapas

TrubusNews
Astri Sofyanti
26 Juni 2019   10:30 WIB

Komentar
Polusi Udara di Johor Malaysia, 75 Siswa Kesulitan Bernapas

Polusi udara ilustrasi (Foto : AP PHOTO/Joshua Paul)

Trubus.id -- Akibat polusi udara yang berasal dari kawasan industri Pasir Gudang, lebh dari 400 sekolah di Negara Bagian Johor, Malaysia terpaksa menutup sekolahnya. Bahkan dilaporkan 75 siswa mengalami kesulitan bernapas dan muntah akibat polusi udara tersebut dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kementerian Pendidikan Malaysia memerintahkan menutup ratusan sekolah sejak minggu lalu. Sekolah yang ditutup sementara akibat polusi udara ini meliputi 100 sekolah dasar dan sekolah menengah serta 300 taman kanak-kanak swasta.

Sejumlah sekolah di kawasan industri Pasir Gudang ditutup sampai Kamis (27/6), sementara pihak berwenang menyelidiki polusi udara terbaru yang terjadi di negara bagian tersebut.

Baca Lainnya : Gejala Keracunan Limbah Muncul Lagi, Lebih dari 400 Sekolah di Malaysia Ditutup Kembali

Menteri Besar Johor Dr Sahruddin Jamal mengatakan, 75 murid dari 15 sekolah mengeluh kesulitan bernafas dan mulai muntah-muntah. Dia mengatakan mereka semua telah dibawa ke rumah sakit.

Sebelumnya Sahruddin mengatakan kepada para wartawan bahwa belum jelas penyebab penyakit terbaru ini.

Kendati begitu, pihaknya mengatakan hal ini tidak berkaitan dengan kasus polusi sebelumnya pada Maret. Menuturnya, ketika itu, 111 sekolah diutup dan ribuan orang menjadi sakit karena menghirup asap beracun dari sungai Kim Kim di dekatnya.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Pihaknya mengatakan peristiwa terbaru seharusnya tidak terjadi lagi.

Baca Lainnya : 111 Sekolah Ditutup Karena Ratusan Siswa Terdampak Limbah Beracun di Malaysia

Pada Maret lalu, ribuan orang mengalami sesak nafas, sakit dada dan muntah-muntah setelah sekitar 40 ton limbah kimia dibuang secara ilegal di sungai.

Petugas kebakaran dan penyelamat mengidentifikasi paling tidak 15 jenis bahan kimia, termasuk hidrogen sianida yang sangat beracun dan tidak berwarna. Malaysia kemudian menuntut tiga orang -dua warga Malaysia dan satu orang Singapura, terkait dengan kejadian tersebut.

"Semua limbah dari (sungai) Kim Kim telah dibuang," kata Sahruddin, seperti diberitakan The Malay Mail, Rabu (26/6).

Sampai saat ini dirinya menyebut bahwa penyebab kasus ini masih terus diteliti. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: