Gejala Keracunan Limbah Muncul Lagi, Lebih dari 400 Sekolah di Malaysia Ditutup Kembali

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
25 Juni 2019   20:00

Komentar
Gejala Keracunan Limbah Muncul Lagi, Lebih dari 400 Sekolah di Malaysia Ditutup Kembali

Pada bulan Maret, lebih dari 4.000 orang di Pasir Gudang jatuh sakit setelah menghirup asap beracun (Foto : Getty Image)

Trubus.id -- Lebih dari 400 sekolah di negara bagian Johor, Malaysia ditutup setelah 75 siswa mengalami kesulitan bernapas dan muntah. Sekolah-sekolah yang berada di kawasan industri Pasir Gudang itu telah ditutup hingga Kamis mendatang ketika pihak berwenang menyelidiki insiden polusi udara terbaru yang menghantam negara tersebut.

Pada bulan Maret lalu, sekitar 4.000 orang - kebanyakan anak-anak - jatuh sakit setelah limbah kimia dibuang secara ilegal di sungai. Namun demikian, insiden kali ini tidak ada kaitannya dengan peristiwa sebelumnya.

Baca Lainnya : 300 Siswa Terpapar Limbah Beracun, 34 Sekolah di Malaysia Ditutup Sementara

Lebih dari 100 sekolah dasar dan menengah serta 300 taman kanak-kanak swasta termasuk di antara mereka yang diperintahkan untuk ditutup sementara minggu ini, lapor kantor berita negara Bernama seperti dilansir dari BBC, Selasa (25/6).

Ketua Menteri Johor, Dr Sahruddin Jamal mengatakan, 75 siswa dari 15 sekolah mengeluh kesulitan bernapas dan mulai muntah. Dia mengatakan mereka semua dibawa ke rumah sakit usai mengalami gejala tersebut.

Dr Sahruddin sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa tidak jelas apa yang menyebabkan penyakit yang menimpa mereka. Namun, ia mengatakan itu tidak terkait dengan kasus polusi yang pada Maret lalu menyebabkan 111 sekolah tutup dan ribuan orang sakit setelah menghirup asap beracun dari sungai Kim Kim yang mengalir di wilayah tersebut.

Baca Lainnya : 111 Sekolah Ditutup Karena Ratusan Siswa Terdampak Limbah Beracun di Malaysia

Selasa (25/6), Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang berada di belakang insiden itu. Dia mengatakan insiden terbaru seharusnya tidak terjadi lagi, setelah insiden Maret silam.

Sebelumnya diberitakan, Maret silam ribuan orang mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, dan muntah setelah 40 ton limbah kimia dibuang secara ilegal ke bagian-bagian sungai. Petugas kebakaran dan penyelamatan mengidentifikasi setidaknya 15 jenis bahan kimia yang berbeda, termasuk hidrogen sianida yang tidak berwarna dan sangat beracun.

Malaysia kemudian mendakwa tiga orang - dua warga Malaysia dan satu warga Singapura - sehubungan dengan insiden itu. "Semua limbah dari Kim Kim [sungai] telah dibuang," kata Dr Sahruddin, menurut outlet berita The Malay Mail. "Penyebab kasus terakhir masih dalam penyelidikan." terangnya lagi. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: